MES Sumenep Dorong UMKM Unggul berbasis Syariah

Sumenep – Sudah  jamak diketahui  bahwa UMKM merupakan salah satu tulang punggung ekonomi sebuah negara, upaya yang dilakukan dalam memberdayakan UMKM secara tidak langsung turut berkontribusi dalam pengembangan ekonomi di Indonesia. Data dari Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur Sumenep memiliki 269.005 UMKM dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 486.196 orang, hal tersebut menjadikan Sumenep sebagai Kabupaten dengan jumlah UMKM terbesar ke lima se-Jawa Timur. Melihat potensi besar tersebut PD MES Sumenep turut berikhtiar dalam mengembangkan UMKM masyarakat Sumenep dengan menyelenggarakan Workshop UMKM pada kamis, (15/8) bertempat di Aula Kedai HK, Sumenep dengan tema “Strategi Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing UMKM melalui Manajemen Usaha dan Keuangan Berbasis Syariah”.

Workshop yang diikuti sebanyak 200 peserta yang terdiri dari 80% pelaku UMKM dan 20% berasal dari masyarakat umum. Adapun undangan yang turut hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Dinas Pertanian Tanaman dan Perkebunan, BPRS Bhakti Sumekar dan Pimpinan Pesantren yang ada di Sumenep.

Dari kiri: Affan Riadi (Wakil Ketua I), Mulyanto (OJK Jatim), Hajar (Ketua Umum MES), Herman Poernomo (Asisten Bupati), Harmanta (BI Jatim), Cahya Wiratama (Direktur Operasional BPRS Bhakti Sumekar), Agus Eka Hariyadi (DISPERINDAG), Moh. Yusran (Dinas Koperasi dan Usaha Mikro)

Asisten Bupati Sumenep, Herman Poernomodalam sambutannya memapar kan potensi UMKM di Kabupaten Sumenep dalam semua sektor meliputi sektor pertanian, perdagangan,industri pengolahan, hotel dan restoran. “Semoga akan terbangun sinergi yang baik antar berbagai pihak dan pemangku kepentingan dalam rangka mengoptimalisasikan permberdayaan UMKM yang ada” Pungkasnya. Sementara itu Ketua Umum MES Sumenep, Hajar menyampaikan dalam sambutannya mengenai dua agenda besar MES Sumenep dalam mengembangkan UMKM, Gerakan edukasi berupa kegiatan workshop dan pendampingan UMKM. “Dengan mendirikan koperasi syariah yang bergerak di sekotir konsumsi dan produksi merupakan upaya kami untuk memudahkan akses produksi dan pemasaran UMKM di Sumenep”. Ungkapnya.

Workshop yang berlangsung dari pagi hingga sore tersebut dikemas dalam bentuk penyajian materi yang menarik oleh narasumber yang kompeten di bidangnya di antaranya, Kepala Group Advisory Pengembangan Ekonomi BI Kantor Wilayah IV Jawa Timur, Direktur Lembaga Jasa & Manajemen Strategis OJK Wilayah Jawa Timur, narasumber dari BPRS Bhakti Sumekar, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sumenep dan Tenaga Ahli Klinik KUKM Jawa Timur. Dalam workshop ini peserta mendapatkan berbagai macam materi mulai dari strategi peningkatan Produktivitas, cara mendapatkan modal usaha berbasis syariah hingga arah kebijakan Pemerintah dalam mendorong pertumbuhan dan perkembangan UMKM.

Adapun kiat-kiat manajemen usaha yang baik dan sesuai syariah yang disampaikan Ketua Umum MES Sumenep, Hajar salah satunya dengan mengedepankan profesionalisme dengan tetap melandaskan segala aktivitas usaha pada prinsip-prinsip syariah. Menurutnya pengusaha harus betul-betul memperhatikan kesesuaian usaha yang dijalankan dari A sampai Z dengan ketentuan syariah Islam. Misal, struktur, modal usaha yang diperoleh haruslah sesuai dengan prinsip syariah mulai dari input, proses, output bahkan pemasaranya pun harus tetap mengedepankan etika pemasaran yang syariah. Lebih lanjut Hajar berharap kegiatan semacam ini mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing UMKM di Kabupaten Sumenep, “Sehingga setelah acara ini pengetahuan yang didapatkan oleh peserta tentang pengelolaan UMKM yang professional dan religius” Pungkasnya.

About the author: ekonomis

Leave a Reply

Your email address will not be published.Email address is required.