Habib Ja’far Dorong Umat Muslim Terapkan Ekonomi Syariah dalam Kehidupan Sehari-hari

Habib Ja’far Dorong Umat Muslim Terapkan Ekonomi Syariah dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam tuntutan untuk mematuhi hukum Islam, Habib Husein bin Ja’far al-Hadar menekankan signifikansi menjaga harta sebagai tujuan utama karena memiliki peran sentral dalam kehidupan sehari-hari umat Muslim. Hal ini diungkapkan pada Talk Show ‘Saatnya Login Keuangan Syariah’ pada Rabu (13/03).

Sebagai rangkaian kegiatan Gebyar Ramadhan Keuangan Syariah (Gerak Syariah) 2024, Habib Ja’far juga meluruskan anggapan salah mayoritas yang menyatakan bahwa Islam anti dunia. Menurutnya, Nabi Adam diturunkan dan diutus oleh Allah SWT. untuk memenuhi kebutuhan diri melalui hal-hal yang ada di dunia.

Ia juga menceritakan kisah-kisah umat terdahulu yang hidup berdampingan dengan harta, seperti Nabi Sulaiman atau istri Rasulullah, Khadijah, yang menguasai 2/3 aset ekonomi masyarakat Makkah saat itu dengan penguasaan dan pengelolaan yang adil.

“Jadi sepertinya ada masalah dengan kaya. Tinggal kemudian, mau cosplay Nabi Sulaiman atau Fir’aun,” jelasnya. 

Berita terkait  Presiden Jokowi Prediksi Pangsa Pasar Keuangan Syariah RI Rp 21 Ribu Triliun pada 2024

Menurutnya, harta adalah kemuliaan. Islam tidak mengajarkan umatnya anti dunia, namun menganjurkan berlaku zuhud, yaitu mengendalikan dunia agar dunia tetap berada di tangan tidak sampai masuk ke hati dan pikiran.

“Karena hati dan pikiran kalau sudah dipengaruhi oleh pragmatisme harta, maka dia akan sesat,” lanjutnya.

Pentingnya harta dalam kehidupan sehari-hari ini juga dicontohkan melalui strategi Rasulullah SAW. kali pertama hijrah ke Madinah. Saat tiba di Madinah, yang pertama dibangun adalah masjid dan pasar. Hal ini menyiratkan strategi Rasulullah yang menunjukkan kesadaran akan urgensi ekonomi dalam ajaran Islam.

Sosok yang dikenal sebagai konten kreator Islami tersebut mengingatkan, ekonomi yang hendak dibangun adalah ekonomi syariah atau ekonomi non syariah. Pada saat yang sama, umat Muslim didorong oleh agama untuk menerapkan ekonomi syariah.

Berita terkait  OJK dan MES Kota Malang Percepat Pengembangan Industri Halal Daerah

“Karena ekonomi syariah memiliki nilai spiritual di dalamnya,” terangnya. 

Menurut Habib Ja’far, nilai spiritual mengingatkan bahwa harta adalah titipan Allah SWT. kepada hambanya, sehingga harus menjalankan sesuai dengan ketentuannya. Sebagai ketentuan Allah SWT., maka harta harus dijalankan sesuai dengan tuntunan syariah. Karena harta akan dibawa hingga sampai akhirat.

Mengingat harta menjadi hal penting dalam kehidupan umat Muslim, ia mendorong untuk mengamalkan prinsip ekonomi syariah, baik tingkat kecil yaitu keluarga atau tingkat yang paling besar yaitu negara.

Penulis: Muhammad Lutfi N.S. | Editor: Herry Aslam Wahid

Sumber foto: Live youtube Gerak Syariah

Related Posts
Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *