Akses pembiayaan syariah menjadi salah satu kunci peningkatan daya saing UMKM melalui layanan keuangan yang bersifat inklusif. Hal tersebut menjadi fokus Pengurus Daerah (PD) MES Banyumas melalui penyelenggaraan Roadshow Multifinance Syariah 2026 pada Kamis (16/7).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Syamsuhadi Irsyad, Gedung AR Fachrudin Lantai 10, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, tersebut diikuti 180 peserta yang terdiri dari pelaku UMKM, praktisi keuangan, akademisi, serta perwakilan berbagai instansi terkait.
Ketua Umum MES Banyumas, Akhmad Darmawan, menyampaikan bahwa antusiasme peserta menunjukkan kebutuhan pelaku usaha terhadap akses pembiayaan yang dapat mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
“Kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi, melainkan upaya nyata kita dalam membangun fondasi ekonomi yang lebih kokoh. Dengan memberdayakan UMKM melalui instrumen pembiayaan syariah, kita memastikan usaha mikro di Banyumas memiliki daya saing, mampu bertumbuh secara berkelanjutan, dan memberikan dampak sosial yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan ekosistem pembiayaan syariah membutuhkan kolaborasi antara pelaku usaha, regulator, akademisi, dan industri keuangan agar UMKM dapat memperoleh akses layanan yang lebih mudah, transparan, dan sesuai kebutuhan.
Sementara itu, Kaprodi Ilmu Hukum Universitas Amikom Purwokerto, Apik Anitasari Intan Saputri, menilai pemahaman regulasi menjadi aspek penting bagi UMKM dalam mengembangkan usaha.
“Sinergi antara regulator dan pelaku usaha dalam kegiatan ini membuka ruang dialog yang produktif. Kami berkomitmen untuk terus mendukung penguatan ekosistem ekonomi syariah agar UMKM di Banyumas tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga menjadi pilar kemandirian ekonomi daerah,” jelasnya.
Selain memperkenalkan berbagai instrumen pembiayaan berbasis syariah, Roadshow Multifinance Syariah 2026 juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk berinteraksi dengan berbagai pemangku kepentingan sektor keuangan syariah.
“Kami berharap semakin banyak pelaku usaha yang memahami alternatif pembiayaan syariah dan mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan kapasitas bisnis,” pungkas Apik.
Pewarta: Muhammad Lutfi N.S. | Editor: Alfath Shifa G.
Foto: Dokumentasi MES
Eksplorasi konten lain dari Masyarakat Ekonomi Syariah
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




