Penguatan ekosistem ekonomi syariah yang berkelanjutan dan berdaya saing menjadi komitmen yang kembali diusung Pengurus Daerah (PD) MES Banyumas melalui Musyawarah Daerah (Musda) Tahun 2026 yang menetapkan Akhmad Darmawan sebagai Ketua Umum periode 2026–2031 secara aklamasi.
Pada periode kepemimpinan sebelumnya, MES Banyumas berhasil menghadirkan berbagai program kolaboratif yang memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Banyumas.
“Amanah ini menjadi tanggung jawab bagi kami untuk melanjutkan berbagai program strategis serta memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Akhmad Darmawan.
Sebagai bagian dari rangkaian Musda, MES Banyumas meluncurkan buku Milestone Masyarakat Ekonomi Syariah Banyumas: Peta Perjalanan Penguatan Ekosistem Ekonomi Syariah yang Inklusif, Berkelanjutan, dan Berdaya Saing yang mendokumentasikan perjalanan dan capaian program MES Banyumas.
Akhmad menjelaskan, buku milestone tersebut dihadirkan sebagai dokumentasi capaian sekaligus pijakan dalam merumuskan arah pengembangan ekonomi syariah di Banyumas pada masa mendatang.
“Milestone ini menjadi bukti bahwa penguatan ekonomi syariah membutuhkan sinergi yang berkelanjutan. Ke depan, kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan akan terus kami perkuat untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tuturnya.
Berbagai program strategis yang terdokumentasi dalam buku tersebut meliputi pengembangan Rumah Simplisia, Desa Binaan, dan Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI), penguatan literasi dan perlindungan konsumen melalui Gerak Syari’ah dan edukasi keuangan syariah di pesantren, transformasi masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat, serta pengembangan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) di wilayah eks-Karesidenan Banyumas.
Pada kesempatan yang sama, MES Banyumas turut meluncurkan Buku Khotbah Jumat Ekonomi sebagai inovasi literasi ekonomi syariah berbasis masjid. Buku tersebut diharapkan dapat menjadi instrumen dakwah yang memperluas pemahaman masyarakat mengenai etika bisnis Islam, kemandirian ekonomi, serta pentingnya keberkahan dalam setiap aktivitas ekonomi.
“Kami berharap buku ini dapat menjadi media dakwah yang lebih dekat dengan masyarakat serta memperkuat pemahaman mengenai nilai-nilai ekonomi syariah yang aplikatif dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Akhmad.
Ke depan, MES Banyumas akan berfokus pada penguatan program strategis, peningkatan daya saing UMKM melalui integrasi digital, serta perluasan kolaborasi untuk memperkuat kontribusi ekonomi dan keuangan syariah terhadap pembangunan daerah.
“Dengan semangat nyawiji, kami ingin terus menghadirkan ekonomi syariah sebagai solusi yang inklusif dan berkelanjutan, sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Banyumas,” pungkasnya.
Pewarta: Muhammad Lutfi N.S. | Editor: Alfath Shifa G.
Foto: Dokumentasi MES
Eksplorasi konten lain dari Masyarakat Ekonomi Syariah
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




