Kenal Risiko Kanal Rezeki

Kenal Risiko Kanal Rezeki

Oleh:

Asep M. Saepul Islam

Sekretaris Umum MES Kabupaten Cianjur

Seperti diketahui, investasi sebagaimana definisi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diartikan sebagai penanaman modal, biasanya dalam jangka panjang untuk pengadaan aktiva lengkap atau pembelian saham-saham dan surat berharga lain untuk memperoleh keuntungan.

Dalam berinvestasi, setidaknya ada tiga hal yang harus diperhatikan, yaitu goal (tujuan), time (waktu), dan instrument (produk investasi). Tujuan perencanaan keuangan adalah hal yang perlu diperhatikan pertama kali dalam berinvestasi. Misalnya, seorang mahasiswa memiliki tujuan keuangan berupa biaya pernikahan. Setelah menentukan tujuan, hal kedua yang harus dicatat adalah jangka waktu untuk target tercapainya tujuan tersebut. Misalnya mahasiswa di atas, ia ingin menikah lima tahun lagi. Terakhir, setelah menentukan tujuan dan jangka waktu, investor memilih instrumen apa yang cocok dan relevan. 

Berita terkait  Perkuat Modal UMKM, MES Jakbar Sosialisasikan SCF

Instrumen investasi syariah saat ini sangat variatif.  Namun, sebelum menentukan pilihan instrumen investasi syariah yang relevan, hal terpenting yang harus dilakukan adalah mengenali profil risiko. Dalam buku “Saham Syariah Kelas Pemula” yang saya tulis dijelaskan secara umum profil risiko yang terbagi menjadi tiga. 

Pertama, Konservatif. Tipe ini paling menghindari risiko di antara yang lain. Investor konservatif sangat fokus pada asset security (keamanan asset). Investor tipe ini mengharapkan modal investasinya tidak turun dengan imbal hasilnya rendah, misalnya: emas, deposito syariah, dan reksadana pasar uang syariah.

Kedua, Moderat. Tipe ini merelakan laju pertumbuhan investasinya menurun dalam satu waktu, namun tetap berharap akan bertambah lagi dalam waktu yang tidak terlalu lama. Instrumen investasi yang sesuai dengan tipikal ini adalah sukuk, reksadana pendapatan tetap syariah dan reksadana campuran syariah.

Berita terkait  Ketua Umum MES Ungkap Strategi Percepatang Pengembangan Keuangan Syariah

Ketiga, Agresif. Tipe ini paling berani dalam merelakan penurunan aset investasinya, karena memiliki harapan serta optimisme akan mendapatkan pertumbuhan yang lebih tinggi. Instrumen yang sesuai dengan tipikal ini adalah reksadana saham syariah dan saham syariah.

Dengan memahami profil risiko, kita akan lebih mudah memilih kanal rezeki dari instrumen investasi yang relevan. Ayo jangan ragu jadi investasi di instrumen syariah.

Editor: Pimgi Nugraha

Related Posts
Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *