Membina Ekosistem Ekonomi Halal di Indonesia dan Thailand

Membina Ekosistem Ekonomi Halal di Indonesia dan Thailand

Oleh : Prof. Dr. Euis Amalia, M.Ag. – Anggota Dewan Pakar Pengurus MES

Ekonomi halal merupakan bagian penting dari lanskap ekonomi global, dengan signifikansi yang semakin meningkat akibat pertumbuhan populasi Muslim dan kesadaran yang lebih tinggi terhadap produk halal. Indonesia dan Thailand, sebagai pemain kunci di kawasan Asia Tenggara, telah melakukan berbagai langkah penting dalam membina ekosistem ekonomi halal mereka. Artikel ini mengeksplorasi berbagai inisiatif, tantangan, dan prospek masa depan ekonomi halal di kedua negara ini.

Konsep Halal

Istilah “halal” berasal dari Al-Quran dan mengartikan apa yang diperbolehkan dan sah menurut hukum Islam (Syariah). Halal mencakup semua aspek kehidupan, termasuk makanan, keuangan, hiburan, dan layanan. Kebalikan dari halal adalah haram, yang berarti dilarang atau tidak sah. Prinsip-prinsip halal dan haram berakar pada Al-Quran dan Sunnah, yang memberikan panduan komprehensif bagi umat Islam dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Ekonomi Halal di Indonesia

Indonesia, dengan populasi Muslim terbesar di dunia, memiliki kerangka kerja yang kuat untuk mempromosikan ekonomi halal. Visi negara untuk tahun 2045 mencakup kontribusi signifikan dari industri halal terhadap PDB-nya. Area fokus utama meliputi:

  • Penguatan Industri Halal: Indonesia bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing industri halalnya, termasuk makanan, fesyen, kosmetik, dan farmasi.
  • Kerangka Regulasi: Pemerintah telah menerapkan sertifikasi halal wajib berdasarkan Undang-Undang No. 33/2014, memastikan ketersediaan produk halal dan meningkatkan kepercayaan konsumen.
  • Kontribusi Ekonomi: Industri halal diproyeksikan memberikan kontribusi signifikan terhadap PDB Indonesia, dengan upaya untuk mengintegrasikan standar halal di berbagai sektor, termasuk maritim dan pariwisata.
Berita terkait  Surplus Dagang dan Peluang Industri Halal Indonesia

Ekonomi Halal di Thailand

Thailand, meskipun mayoritas penduduknya beragama Buddha, telah membuat kemajuan yang luar biasa dalam mengembangkan ekonomi halalnya. Pemerintah Thailand secara strategis telah memposisikan negara ini sebagai pusat halal terkemuka di kawasan ini, memanfaatkan kekuatan pertanian dan proses sertifikasi yang kuat. Inisiatif utama meliputi:

  • Sertifikasi dan Standar Halal: Sertifikasi halal di Thailand dikelola oleh Dewan Islam Pusat Thailand (CICOT) dengan dukungan dari Institut Standar Halal Thailand (HSIT) dan Pusat Sains Halal di Universitas Chulalongkorn. Organisasi-organisasi ini memastikan bahwa produk halal Thailand memenuhi standar internasional.
  • Dampak Ekonomi: Industri halal memberikan kontribusi signifikan terhadap PDB Thailand, dengan sebagian besar berasal dari ekspor. Industri ini juga mendukung UMKM dan menciptakan peluang kerja.
  • Pariwisata dan Perdagangan: Thailand mempromosikan pariwisata halal, menyediakan fasilitas dan layanan yang ramah Muslim. Negara ini juga menyelenggarakan acara perdagangan besar seperti Thailand Halal Assembly dan THAIFEX – Anuga Asia, menampilkan produk halal dan membina hubungan bisnis internasional.

Tantangan dan Solusi

Baik Indonesia maupun Thailand menghadapi tantangan dalam ekosistem ekonomi halal mereka, termasuk kompleksitas regulasi, kurangnya kesadaran di kalangan bisnis, dan biaya sertifikasi yang tinggi. Solusi yang diusulkan meliputi:

  • Penyederhanaan Regulasi: Penyederhanaan proses sertifikasi dan sentralisasi badan regulasi dapat mengurangi kompleksitas dan mendorong lebih banyak bisnis untuk mendapatkan sertifikasi halal.
  • Kesadaran dan Edukasi: Meningkatkan kesadaran tentang manfaat sertifikasi halal melalui kampanye edukasi dan program dukungan untuk UMKM.
  • Insentif Keuangan: Memberikan dukungan keuangan dan insentif kepada bisnis yang ingin mendapatkan sertifikasi halal, seperti subsidi dan kemudahan akses pendanaan.
Berita terkait  Stabilitas atau Pertumbuhan?

Prospek Masa Depan

Masa depan ekonomi halal di Indonesia dan Thailand terlihat menjanjikan, dengan kedua negara siap memanfaatkan permintaan global yang terus meningkat akan produk halal. Kolaborasi yang berkelanjutan antara badan pemerintah, institusi pendidikan, dan sektor swasta akan sangat penting dalam mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan ekonomi halal. Dengan mengatasi tantangan yang ada dan memanfaatkan kekuatan unik mereka, Indonesia dan Thailand dapat lebih lanjut memantapkan diri mereka sebagai pemimpin di pasar halal global.

Kesimpulan

Ekonomi halal merupakan komponen vital dari lanskap ekonomi di Indonesia dan Thailand. Dengan inisiatif strategis dan upaya kolaboratif, kedua negara dapat membina ekosistem halal yang kuat yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi mereka dan posisi global mereka. Prof. Euis menekankan pentingnya pengembangan berkelanjutan dan dukungan untuk ekonomi halal untuk mencapai potensi penuhnya di kawasan ini.

*Artikel ini pertama kali dipublikasikan di Blog Pribadi Prof. Dr. Euis Amalia, M.Ag. pada Minggu, 30 Juni 2024. Direpublikasi untuk tujuan pembelajaran.

Related Posts
Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *