Inspirasi Investasi dari Ayat Suci

Inspirasi Investasi dari Ayat Suci

Oleh Asep M. Saepul Islam

Sekretaris Umum MES Kabupaten Cianjur

Alquran dengan ayat pertamanya yang diawali dengan kata iqra’ tanpa adanya maf’ul bih menandakan bahwa membaca itu harus komprehensif.  Tak terkecuali Alquran secara eksplisit atau implisit yang menjelaskan perihal ekonomi dan juga tentang investasi.

Secara etimologis, Antonio (2007) sebagaimana dikutip Pardiansyah (2017), menyebutkan bahwa kata investasi berasal dari bahasa Inggris investment yang berarti menanam, atau dari bahasa Arab istathmara, yang berarti menjadikan berbuah, berkembang, dan bertambah jumlahnya. Investasi menurut perspektif ajaran Islam adalah penanaman dana atau penyertaan modal untuk suatu bidang usaha tertentu yang kegiatan usahanya tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah, baik objeknya maupun prosesnya.  

Berita terkait  MES dan OJK Sepakati Kerja Sama Perkuat Hubungan Kelembagaan

Terkait dengan investasi, ada beberapa ayat yang biasa dijadikan rujukan. Setidaknya ada tiga ayat populer yang sering dijadikan landasan berinvestasi dalam perspektif Islam. Ketiga ayat dimaksud adalah QS. Al-Baqarah (2) ayat 282, QS. An-Nisaa (4) ayat 9, dan QS. Yusuf (12) ayat 46-49. 

QS. 2:282 merupakan ayat terpanjang dalam Alquran. Ini membuktikan bahwa harta pada dasarnya tidak dibenci Allah. Ayat ini juga menyiratkan bahwa Islam melindungi perekonomian umat dengan mekanisme akad transaksi yang dilakukan secara jujur dan amanah. 

Sementara itu, pada QS. 4:9 dinyatakan bahwa kita harus khawatir meninggalkan generasi yang lemah, utamanya lemah secara finansial. Oleh karena itu, siapa pun harus berikhtiar untuk menyiapkan generasi yang melek dan kuat secara finansial. Ini dapat ditempuh dengan cara menanamkan pola pikir investasi sejak dini.

Berita terkait  Kendali Spiritual Pada Keuangan Sosial Syariah

Terakhir, dari QS. 12: 46-49, kita bisa mengambil hikmah tentang pentingnya mengantisipasi masa krisis ketika masih masa laris. Ini tersirat dari takwil Nabi Yusuf a.s. atas mimpi raja perihal tujuh sapi gemuk dimakan tujuh sapi kurus dan tujuh tangkai hijau disertai tujuh tangkai kering. Solusi dari Nabi Yusuf a.s. saat itu adalah lumbung untuk menampung hasil panen sebagai persiapan masa paceklik. Kisah ini mengisyaratkan pentingnya berinvestasi dalam menata kehidupan di masa depan. 

Editor: Pimgi Nugraha

Sumber Gambar: Detiknews

Related Posts
Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *