MES Luncurkan Program Pengembangan Sektor Kuliner Halal Berbasis Ekosistem dan Kearifan Lokal di Kampung Kauman Solo

MES Luncurkan Program Pengembangan Sektor Kuliner Halal Berbasis Ekosistem dan Kearifan Lokal di Kampung Kauman Solo

Pembentukan ekosistem kuliner halal pada sebuah kawasan yang terintegrasi secara end to end dapat menjadi salah satu langkah strategis untuk menguatkan eksistensi produk halal dalam negeri baik dari segi pendampingan pelaku usaha, peningkatan kualitas produksi, maupun pemasaran dengan cakupan konsumen yang lebih luas.

Salah satu daerah yang memiliki potensi besar adalah Kampung Kauman Solo. Sebagai destinasi wisata berbasis budaya dengan kekayaan dan warisan kuliner yang khas, Kampung Kauman Solo berpeluang menjadi salah satu destinasi wisata kuliner halal prioritas.

Untuk mewujudkan hal itu, aktivitas pemberdayaan sangat penting dilakukan dengan menitikberatkan pada pengembangan dan penguatan kemitraan seluruh elemen terkait, mulai dari para pelaku usaha, pemerintah daerah setempat, lembaga pemberdayaan, lembaga keuangan syariah, hingga komunitas dalam suatu ekosistem halal value chain (HVC).

Menyadari hal tersebut, Masyarakat Ekonomi Syariah didukung oleh mitra-mitra strategis meluncurkan Program Pengembangan UMKM Sektor Kuliner Berbasis Ekosistem dan Kearifan Lokal di Kampung Kauman Solo pada Jumat 11 Februari 2022 secara virtual.

Hadir menyampaikan sambutan dalam agenda tersebut, Wakil Menteri BUMN I yang juga merupakan Ketua VI Pengurus Pusat MES, Pahala Nugraha Mansury dan Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka.

Pahala dalam sambutannya menyampaikan ekonomi syariah merupakan sektor yang memiliki potensi yang sangat besar dengan nilai pengeluaran mencapai $1,9 triliun dengan 60% diantaranya disumbang oleh pengeluaran makanan dan minuman. Hal ini juga senada dengan kontribusi sektor makanan dan minuman menyumbang 36,4% dari total PDB nasional. Untuk itu program ini sangat sejalan dengan kesempatan dan potensi yang ada

Berita terkait  Resmi dilantik, Erick Thohir Inginkan PW MES DKI Jakarta mampu Hadirkan Terobosan Kreatif dan Inovatif

Pahala mengatakan bahwa Thailand sampai dengan saat ini bahkan mengklaim sebagai The World Halal Kitchen atau Dapur Halal Global dengan proyek kawasan industri halal. Misalnya yang dilakukan di Songkla dan kota-kota kawasan wisata utama lainnya seperti Phuket dan Chiang Mai.

Oleh karena itu, dirinya menegaskan Indonesia harus dapat bersaing dengan apa yang sudah dilakukan oleh Thailand dengan mencanangkan visi sebagai The World Halal Kitchens.

Menurut Wamen BUMN ini, hal tersebut bisa dimulai dengan membangun ekosistem kuliner halal yang berada di Kampung Batik Kauman Solo, Jawa Tengah. Dirinya kemudian mendorong agar program ini dapat direplikasi di daerah atau kawasan yang memiliki potensi yang sama.

Adapun Gibran dalam sambutannya mengatakan bahwa Saat ini Kota Surakarta sedang mengembangkan potensi kawasan kuliner halal kampung Kauman Solo. Hal ini dalam rangka menjawab potensi sektor industri halal yang semakin besar setiap tahunnya.

Lebih lanjut Gibran menekankan pentingnya penguatan kapasitas UMKM dalam pengembangan kawasan kuliner halal. Menurutnya dengan masifnya UMKM akan meningkatkan persaingan antar pelaku usaha sehingga berdampak pada terciptanya iklim perekonomian daerah yang kompetitif.

Dirinya berharap agenda launching dan talkshow ini dapat menjadi wadah edukasi kepada masyarakat tentang wisata kuliner halal di Kampung Kauman Solo.

Dalam agenda ini setiap perwakilan dari mitra strategis menyampaikan komitmennya untuk mendukung program pengembangan UMKM sektor kuliner halal melalui kontribusi konkret sesuai dengan tugas dan kapasitas masing-masing. Para perwakilan yang hadir yaitu Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo Nurgoho Joko Prastowo, Ketua Baznas Kota Solo Muhammad Qoyim, Direktur Utama PT Surveyor Indonesia M. Haris Witjaksono, Direktur Keuangan, SDM, dan Umum PT Jamkrindo Syariah Endang Sri Winarni, Ketua Paguyuban Kampung WIsata Batik Kauman Gunawan Setiawan.

Berita terkait  MES Bersama STIKES Mataram Resmikan Klinik Kesehatan Gratis bagi UMKM

Peluncuran program ini dirangkai dengan agenda Talkshow Online dengan tema: “Membangun Ekonomi Syariah Sektor Riil Berbasis Kearifan Lokal” yang menghadirkan sejumlah narasumber, yaitu Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo Nugroho Joko Prastowo, Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal BPJPH Mastuki, Pengurus Pusat MES dan Ketua Pusat Studi Manajemen dan Bisnis Universitas Padjadjaran Yudi Ahmad Faisal, Direktur Retail Banking PT Bank Syariah Indonesia Kokok Alun Akbar, Direktur Keuangan, SDM, dan Umum PT Jamkrindo Syariah Endang Sri Winarni, Kepala LPH PT Surveyor Indonesia Afrinal Nazaruddin, Ketua Baznas Kota Solo Muhammad Qoyim, serta Ketua Paguyuban Kampung Wisata Batik Kauman Solo Gunawan Setiawan.

Kampung Kauman Solo menjadi pilot project dari program pengembangan sektor kuliner halal berbasis budaya yang diharapkan dapat menjadi percontohan bagi daerah lainnya. Selain sebagai pusat kuliner, Kampung Kauman Solo juga diharapkan dapat berfungsi sebagai pusat pemberdayaan dan pengembangan ekosistem usaha halal di Solo dan sekitarnya.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis

Editor: Herry Aslam Wahid

Related Posts
Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *