GLOBAL, MES – Sebagai wilayah yang terus menerus menunjukkan minat mendalam terhadap keuangan syariah, Negara-negara di benua Afrika kini diproyeksikan bisa mengeluarkan seluruh potensinya selama jangka menengah. Dalam laporan penelitian bersama yang baru-baru ini dirilis oleh Malaysian Islamic Financial Center (MIFC) dan KFH Research (22/05), benua ini diharapkan bisa meningkatkan aktivitas ekonomi dan keuangan syariahnya disamping pembangunan ekonomi dan infrastruktur yang sudah berjalan.

Ada beberapa faktor pendukung yang membuat benua Afrika memiliki potensi besar untuk meningkatkan aktivitas perekonomian syariah. Di antaranya adalah demografi di benua Afrika dimana populasi kelas menengah diperkirakan akan membesar sehingga kemungkinan akan meningkatkan permintaan produk dan jasa perbankan syariah, asuransi syariah dan reksadana syariah, besarnya pembiayaan infrastruktur pendukung di Afrika sebesar 31 Miliar USD dalam jangka menengah terutama di sektor tenaga listrik, serta bertambahnya minat dan kesadaran penduduk di benua Afrika untuk menggunakan produk dan layanan keuangan yang sesuai prinsip Islam. Selain itu, para regulator juga sudah mulai mengarah pada kebijakan keuangan inklusif.

Faktor kunci pendorong lainnya adalah tumbuhnya sektor perdagangan dan hubungan investasi antara Negara-negara Afrika dengan Negara-negara di Timur Tengah. Berdasarkan laporan kantor berita Islamic Finance News 922/05), volume perdagangan antara Afrika dan Negara-negara teluk tumbuh rata-rata 14,7% per tahun dan volume impor juga meningkat rata-rata 27,5% dengan perdagangan tahunan sebesar 35 Miliar USD. Pada tahun 2011, Malaysia diidentifikasi sebagai investor terbesar ketiga di Afrika dengan investasi asing langsung ke Afrika mendekati angka  3,5 miliar USD.

Berdasarkan data yang diperoleh dari MIFC dan KFH Research, Negara-negara di Afrika berkontribusi sebesar 2.4% dari total aset perbankan syariah global pada semester pertama tahun 2013 dan menyumbang sebesar 0.6% dari total penerbitan sukuk per kuartal pertama tahun 2014. Dalam jangka menengah, penerbitan sukuk dan produk keuangan syariah ritel seperti asuransi syariah pendidikan dan kesehatan diprediksi akan meningkat seiring dengan perkembangan kondisi sosial ekonomi masyarakat Afrika. [Puri Hukmi] 


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *