Pasca ditandatanganinya nota kesepakatan bersama antara MES, Pertamina dan BSI dalam program pemberdayaan ekonomi pesantren berbasis kemitraan pertashop pada awal Juni lalu, MES bersama Pertamina dan BSI secara massif dan berkelanjutan mempercepat implementasi program tersebut dengan menyelenggarakan sosialisasi ke berbagai wilayah di Indonesia secara virtual. Sosialisasi mulai dilakukan pada 29 Juli hingga dengan melibatkan pengurus wilayah MES dan pengasuh pondok pesantren yang dibagi dalam beberapa wilayah.

Ketua Komite Pemberdayaan Desa, Pesantren, dan Pembinaan Usaha Mikro PP MES, Arif Rahmansyah Marbun mengatakan bahwa sosialisasi ini menjadi sarana untuk memberikan pemahaman teknis dari program pertashop sekaligus untuk meminimalisir kemungkinan adanya ketidakpastian informasi dan komunikasi. Arif Marbun yang juga sebagai koordinator kurasi dalam program kemitraan pertashop ini memastikan bahwa untuk mempercepat program pertashop ke berbagai pondok pesantren, MES melalui jaringan kepengurusan di wilayah dan daerah akan menjadi fasilitator dan memberikan pendampingan kepada pondok pesantren.

Dalam keterangan terpisah, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan bahwa saat ini Pertamina telah membangun kemitraan dengan berbagai pihak untuk pembangunan Pertashop sebagai pendorong pemberdayaan ekonomi pondok pesantren. Kehadiran Pertashop diharapkan dapat mempermudah masyarakat untuk mendapatkan akses BBM yang ramah lingkungan, yaitu Pertamax dengan harga yang sama seperti di SPBU umum lainnya.

Menurut Nicke, hadirnya Pertashop di Pesantren yang berada dalam jaringan MES merupakan bentuk komitmen Pertamina sebagai BUMN, dalam rangka pemerataan energi berkualitas, dan menggerakan perekonomian nasional mulai dari tingkat desa melalui UMKM dan pemberdayaan masyarakat kecil dengan investasi yang terjangkau.

Senada dengan Nicke, Direktur Utama BSI Hery Gunardi juga menegaskan bahwa BSI sebagai lembaga pembiayaan berbasis syariah akan turut serta mendorong upaya menghidupkan perbedayaan ekonomi berbasis pondok pesantren melalui program kemitraan pertashop ini.

Hery berharap, bersama MES dan Pertamina, BSI dapat menggali potensi pesantren melalui program kemitraan Pertashop. Menurutnya, program ini juga sebagai inisiatif bersama dalam menguatkan ekosistem halal yang bermanfaat bagi umat.

Sosialisasi program Pertashop ini mendapat apresiasi positif dari pondok pesantren serta dari sejumlah perwakilan pengurus wilayah dan daerah MES. Secara bergantian, sosialisasi program ini dilakukan mulai dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, dan Papua.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *