Pelantikan Pengurus Wilayah MES Nusa Tenggara Barat

Mataram – Selasa (22/10) dilangsungkan pelantikan Pengurus Wilayah MES Nusa Tenggara Barat (NTB) Periode 1441 H – 1444 H oleh Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat MES Edy Setiadi bertempat di Auditorium Bank Indonesia Wilayah Mataram. Pelantikan dilangsungkan di sela-sela kegiatan International Conference on Finance, Business and Banking (ICFBB) yang diselenggarakan oleh UIN Mataram bekerja sama dengan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Mataram dan PW MES NTB.

Dengan dilantiknya sekitar 60 orang pengurus, Ketua Umum PW MES NTB, Baiq Mulianah berharap kedepannya MES NTB sebagai organisasi bisa membuktikan eksistensinya dengan memberi kemanfaatan untuk pegembangan ekonomi syariah di tengah-tengah masyarakat.  “semoga kedepannya MES dapat melakukan sosialisasi dan edukasi yang lebih massif dengan berbagai cara melalui beragam media,di kepengurusan PW MES NTB saat ini yang terdiri dari bermacam lintas profesi dan generasi sehingga dengan sesuai keahlian bidang masing-masing dengan itu kita berharap mampu untuk mewujudkan visi dan misi MES itu sendiri” ungkap Baiq.

Lebih lanjut Baiq Mulianah menyampaikan dalam waktu dekat akan diadakan rapat program kerja yang akan dirancang sesuai fungsi MES di antaranya mengkaji, mengembangkan, menerapkan ekonomi syariah.

Sementara itu, Sekretaris Umum PW MES NTB yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Nusa Tenggara Barat, Najamudin Amy mengatakan bahwa MES dibentuk sebagai bagian dari ikhtiar Pemerintah Provinsi NTB yang saat ini sedang giat membangun dan mengembangkan pariwisata halal. “MES NTB akan berusaha seoptimal mungkin meningkatkan keuangan ekonomi syari’ah secara literasi dan inklusi di berbagai bidang” ujarnya

Adapun dalam kesempatan ini, Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat MES, Edy Setiadi menyampaikan keynote speech mengenai peluang dan tantangan bisnis keuangan di Era Ekonomi Digital. Revolusi digital telah mengubah ekspetasi masyarakat terhadap layanan keuangan yang lebih mudah di akses, efisien akurat dan mudah digunakan namun ancaman keamanan siber merupakan risiko terbesar dari revolusi digital tersebut.

Setidaknya menurut Edy Setiadi ada tiga mitigasi risiko siber pada perusahaan  di antaranya menajemen data base, manajemen konfigurasi sistem dan manajemen aplikasi. “Jika ia perusahaan perbankan, maka harus dipastikan seluruh lapisan, mulai dari petugas keamanan, teller, hingga tim IT memahami apa yang boleh dan tak boleh dilakukan untuk menjaga keamanan data dan menghindari serangan siber. Inilah literasi teknologi informasi” ungkap Edy.

About the author: ekonomis

Leave a Reply

Your email address will not be published.Email address is required.