Baznas Berharap Kampung Zakat Kembangkan Ekonomi Syariah

Kampung Zakat digagas sebagai bukti bahwa zakat dapat berperan lebih besar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Agama (Kemenag) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan lembaga amil zakat lainnya meluncurkan program Kampung Zakat di Desa Sidomulyo, Kecamatan Seluma Selatan, Provinsi Bengkulu, Selasa (28/8). Deputi Baznas, Arifin Purwakananta berharap program Kampung Zakat tersebut dapat mengembangkan ekonomi syariah.

“Kami berharap di Kampung Zakat itu juga berlaku sistem ekonomi syariah, di mana tidak ada riba. Karena percuma, sudah dibantu, tapi akhirnya kemudian didukung lagi dengan riba,” ujar Arifin.

Arifin menuturkan, Kampung Zakat digagas sebagai bukti bahwa zakat dapat berperan lebih besar untuk pemberdayaan masyarakat. Karena, menurut dia, selama ini zakat hanya diartikan sebagai bantuan sosial kepada mereka yang membutuhkan. “Tapi sebenarnya kalau zakat dikelola dengan lebih terintegrasi maka dia dapat menghasilkan pemberdayaan yang lebih baik dalam wilayah tertentu. Dalam hal ini kampung atau desa,” ucapnya.

Menurut dia, Kampung Zakat adalah modeling di mana kalau sebuah kampung itu ditegakkan pengelolaan zakat sesuai dengan syariah Islam, maka kampung tersebut akan lebih berdaya. “Jadi kami berharap selain tadi dikembangkan dakwah, dikembangkan produktifitas, juga dikembangkan ekonomi syariah agar mereka bisa tertolong dan harta tidak berputar di orang-orang itu saja,” katanya.

Dia menambahkan, Baznas bersama Kemenag dan lembaga amil zakat (LAZ) lainnya tidak hanya meluncurkan porgran kampung zakat ini di Bengkulu, tapi juga sudah dibentuk di beberapa daerah lainnya. “Kampung Zakat yang kita buat bersama Kemenag dan LAZ ini tidak hanya di Bengkulu ini tapi juga di berbagai titik di indonesia. Kami meluncurkan kampung zakat juga di NTB, Bengkulu, dan juga di NTT secara simultan,” jelasnya.

 

Sumber

About the author: ekonomis

Leave a Reply

Your email address will not be published.Email address is required.