Makna Strategis Sertifikasi Profesi Amil Zakat

Sertifikasi profesi amil zakat akan dikeluarkan oleh Pemerintah dalam rangka meningkatkan profesionalitas dan akuntabilitas pengelola zakat.

Potensi zakat di Indonesia mencapai Rp 217 triliun, sedangkan penghimpunan zakat pada tahun lalu baru mencapai Rp 5 triliun. Dalam rangka mendorong pengelolaan zakat hang profesional dan amanah, pemerintah berencana membuat sertifikasi profesi amil zakat dan akreditasi lembaga zakat.

Menurut Menteri Agama RI – Lukman Hakim Saifuddin, dengan teknologi yang telah merambah sampai desa harus diakui masih banyak mustahik zakat yang belum terakses layanan organisasi pengelola zakat. Padahal, potensi zakat umat Islam akan membantu negara dalam mengatasi ketimpangan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

“Dengan mobilisasi yang baik dan dengan penghimpunan yang baik, maka lembaga amil zakat harus profesional, amanah, jujur, berpihak pada satu golongan dan punya loyalitas tinggi. Oleh karena itu, pemerintah memandang perlunya sertifikasi profesi amil zakat patut didukung untuk profesionalitas dan akuntabilitas pengelolaan zakat,” katanya dalam pembukaan Konferensi World Zakat Forum 2017, Rabu (15/3/2017).

Direktur Pengembangan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI – Tarmizi Taher menambahkan, pengelolaan zakat menyangkut empat komponen yang saling berkaitan, yaitu amil, muzakki, mustahik dan pemerintah. Oleh karena itu, pihaknya menyepakati pengelolaan zakat dengan melakukan akreditasi lembaga amil zakat, baik BAZNAS maupun lembaga amil zakat nasional, dan sertifikasi amil. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk penguatan sumber daya manusia.

“Kementerian Agama sudah membuat semacam ketentuan bahwa kami akan adakan akreditasi lembaga zakat dan sertifikasi bagi amil zakat supaya profesional dan bisa mengejar muzakki dalam rangka membantu BAZNAS dan mempercepat penghimpunan zakat yang sekarang masih bergentayangan dan masih belum membayar zakat. Ini dilakukan juga supaya amil dan lembaganya berkualitas,” paparnya.

Menurut Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) – Bambang Sudibyo, jika para amil zakat sudah bersertifikat, maka BAZNAS rencananya akan meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar semua lembaga amil zakat diawasi OJK. “Amil zakat akan menjadi lembaga keuangan syariah yang sama saja dengan lembaga keuangan syariah lainnya. Jadi ini adalah upaya meningkatkan governance dan sangat terukur sehingga tidak akan kontroversial,” demikian Bambang Sudibyo.

About the author: Editor 1

Leave a Reply

Your email address will not be published.Email address is required.