Menjadi Korban Ke-3 Terbanyak Pinjol, MES Jatim Beri Edukasi Keuangan kepada IRT

Menjadi Korban Ke-3 Terbanyak Pinjol, MES Jatim Beri Edukasi Keuangan kepada IRT

Pinjaman online yang semakin merajalela, terutama di kalangan Ibu Rumah Tangga (IRT), mengancam stabilitas keuangan dan keharmonisan keluarga. Untuk mengatasi risiko ini, MES Jatim menginisiasi kegiatan edukasi untuk meningkatkan pemahaman tentang pinjaman online dan keterampilan manajemen keuangan bagi IRT.

Edukasi tersebut dihadirkan pada kegiatan Seminar & Workshop Empowerment Menteri Keuangan Rumah Tangga pada Sabtu (01/06) bertempat di Aula Cendrawasih Gedung Ex Farmasi Kampus B Unair, Surabaya. Adapun tema yang diusung adalah “Bijak Menghadapi Pinjol untuk Ketahanan Ekonomi Keluarga.”

Dalam sambutannya, Ketua Umum Pengurus Wilayah MES Jawa Timur, Emil Dardak, mengungkapkan apresiasi atas pemilihan tema acara yang diangkat serta mengakui relevansinya dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat saat ini.

“Semoga dari acara ini bisa benar-benar diamplifikasi juga di kehidupan sehari-hari, dan menjadi pemicu untuk perubahan positif yang lebih luas dalam kesadaran dan tindakan masyarakat terhadap isu-isu yang diangkat,” harapnya terhadap edukasi yang disampaikan berdampak nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Wakil Gubernur Jawa Timur tersebut juga memberikan penghargaan kepada peran vital Ibu Rumah Tangga (IRT) dalam mengelola keuangan rumah tangga dengan menggambarkannya sebagai “Menteri Keuangan Rumah Tangga.” 

Berita terkait  Semesta Bogor Bahas Pinjaman Online

“Menteri Keuangan Rumah Tangga ini tidak hanya mengatur uang belanja, namun juga memiliki peran yang sangat penting dalam merencanakan anggaran, mengelola investasi jangka pendek dan panjang, serta mengatur keuangan untuk kebutuhan sehari-hari dan masa depan keluarga,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Jawa Timur 2019-2024, Arumi Bachsin, mengatakan bahwa pinjaman online dapat menjadi masalah bagi keluarga. Namun, hal itu tergantung pada bagaimana masyarakat menyikapinya.

“Kita harus bijak dalam memanfaatkan pinjaman online, hanya untuk keperluan mendesak. Bahkan dalam kondisi darurat sekalipun, sebaiknya kita berusaha untuk tidak menggunakan pinjaman online jika masih bisa dihindari,” jelasnya.

Menurut Katadata Insight Center tahun 2022, menunjukkan bahwa 65% pengguna pinjol terjebak dalam hutang yang tidak terbayar. Sedangkan menurut OJK per tahun 2021, pengguna pinjol lebih banyak perempuan dengan angka 54,95% dibanding laki-laki sebesar 45,05%. Sedangkan Ibu Rumah Tangga (IRT) menempati urutan ke-3 terbanyak kelompok masyarakat yang terjerat pinjol.

Berita terkait  MES Kalteng Kenalkan Pasar Modal Syariah di Kalangan Siswa SMA

Ia menjelaskan bahwa pinjaman online seringkali berawal dari tujuan yang jelas, seperti membiayai pendidikan atau modal usaha. Namun, tanpa adanya pengendalian diri, potensi untuk terus menggunakan pinjaman online menjadi sulit dihindari.

“Tanpa disadari, masyarakat bisa menjadi ketergantungan dan menggunakannya untuk hal-hal di luar kebutuhan mendesak, seperti gaya hidup. Oleh karena itu, bagaimana kita menyikapinya menjadi sangat penting,” ungkapnya.

Setelah sesi sambutan dan keynote speech, acara dilanjutkan dengan seminar yang diisi oleh berbagai narasumber, yaitu Anggota Komisi Advokasi BPKN RI, Jailani, Deputi Direktur Pengawasan LJK 4 dan Perizinan Otoritas Jasa Keuangan, Maulana Yusup, dan dan Direktur Kepatuhan Bank Jatim, Umi Rodiyah.

Acara ini diharapkan dapat membantu Ibu Rumah Tangga (IRT) dan masyarakat luas umumnya dalam mengenal ciri pinjol legal dan ilegal melalui pembuatan keputusan bijak dan tepat terkait pinjol, serta pemahaman pengelolaan keuangan yang baik agar terhindar dari jebakan utang pinjol.

Penulis : Muhammad Lutfi N.S. | Editor : Herry Aslam Wahid

Sumber foto : MES Jawa Timur

Related Posts
Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *