Muhadatsah Dewan Pakar MES Bahas Optimalisasi Energi Baru dan Terbarukan Bagi Pengembangan Industri Halal

Muhadatsah Dewan Pakar MES Bahas Optimalisasi Energi Baru dan Terbarukan Bagi Pengembangan Industri Halal

Energi Baru dan Terbarukan (EBT) merupakan elemen penting dalam menopang ketahanan energi sebuah negera guna mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Di Indonesia, pemanfaatan EBT perlu dioptimalkan mengingat konsumsi energi saat ini masih didominasi oleh energi fosil (minyak bumi, gas bumi, dan batubara). Pemanfaatan EBT secara maksimal dapat membantu para pelaku usaha, salah satunya korporasi industri halal guna mendukung efisiensi keuangan perusahaan. 

Dalam rangka menggali gagasan dan ide konstruktif mengenai optimalisasi EBT, Dewan Pakar MES kembali menyelenggarakan Muhadatsah Dewan Pakar MES Edisi Ke-9 dengan tema “Optimalisasi Pemanfaatan EBT dalam Mendukung Efisiensi Usaha Pelaku Industri Halal Sektor Korporasi” pada Sabtu, 9 April 2022 secara virtual.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Dewan Pakar Pengurus Pusat MES, Perry Warjiyo mengatakan tiga aspek penting yang perlu diperhatikan terkait upaya mengoptimalkan pemanfaatan EBT dalam mendukung ekonomi, termasuk sektor halal korporasi.

Berita terkait  MES Kalbar Selenggarakan Workshop Keorganisasian

Pertama, mengenai kemampuan merancang dan mendesain suatu proyek yang pro-green, pro-environment, dan pro-halal. Menurut Perry, kemampuan mendesain suatu proyek merupakan hal penting lantaran hal ini tidak hanya menyangkut EBT, tetapi juga kesehatan dan kesejahteraan rakyat.

Kemudian, aspek kedua adalah tentang merancang struktur keuangan yang berkelanjutan. Gubernur Bank Indonesia ini mengatakan sudah banyak pengembangan struktur keuangan untuk ekonomi hijau yang menerapkan sistem blended financing. Seperti misalnya pada struktur pendanaan untuk green economy yang sebagiannya menggunakan dana komersial dan sebagiannya dana filantropi.

Terakhir, yaitu tentang responsibility terhadap transisi dari kondisi saat ini menuju arah pengembangan proyek pendanaan yang mengedepankan environmental, social, dan governance (ESG) sehingga dapat berkelanjutan. Perry menjelaskan bahwa di Indonesia, banyak energi yang bertumbuh, tetapi banyak juga energi lainnya yang memerlukan biaya yang tinggi. Sehingga menurutnya transisi menjadi suatu yang penting.

Berita terkait  MES Dorong Pemberdayaan Ekonomi Pesantren Berbasis Pertashop

Forum muhadatsah kali ini mengundang satu narasumber yaitu Senior Adviser for Sustainable Energy Strategic Programme & Policies, UNDP Indonesia Verania Andria dan dua penanggap utama yaitu Koordinator Penyiapan Program Aneka EBT Kementerian ESDM RI, Tony Susandy dan Peneliti Pusat Studi Energi dan Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan Universitas Gadjah Mada, Dr. Rachmawan Budiarto, serta dipandu oleh Dewan Pakar PP MES, Rizky Wisnoentoro. 

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis

Editor: Herry Aslam Wahid

Related Posts
Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *