Pengurus Wilayah Khusus MES United Kingdom sukses menyelenggarakan konferensi internasional bertajuk British Islamic Economic Society (BIES) Conference 2021 pada Sabtu, 3 April 2021 secara online yang dihadiri oleh lebih dari 400 peserta. Tahun ini merupakan ketiga kalinya konferensi BIES diadakan, pada tahun 2021 ini tema yang diangkat adalah “Build Back Better; Islamic Finance and The Post-COVID-19 Socio-Economic Development”.

Penyelenggaraan BIES merupakan ikhtiar dari MES United Kingdom untuk menyediakan wadah dengan tujuan menghimpun pemikiran-pemikiran termutakhir terkait gerakan ekonomi syariah di dunia melalui karya tulis ilmiah. Dalam konteks saat ini, BIES hadir sebagai fasilitator dalam rangka mencari solusi terbaik, yang bisa ditawarkan melalui diskursus ekonomi Syariah terhadap pembangunan sosial ekonomi pasca pandemi Covid-19.

Dalam pelaksanaanya, MES United Kingdom bekerja sama dengan Durham Center for Islamic Economics and Finance dan Gulf One Lancaster for Economic Research dengan mekanisme pelaksanaan dibagi menjadi dua tahap. Di mana tahap pertama merupakan agenda presentasi 10 (sepuluh) karya ilmiah terpilih dari para peserta call for papers yang berasal dari berbagai negara. Tercatat peserta yang ikut dalam agenda BIES kali ini berasal dari Malaysia, Cina, Indonesia, Inggris, Thailand, Rusia, Italy, Libya, Sri Langka, Nigeria, Qatar hingga Cameroon.

Kemudian tahap kedua dilanjutkan dengan sesi expert panel session sebagai forum diskusi yang menghadirkan para ahli di bidang ekonomi syariah. Dalam forum tersebut, Hadir sebagai pembicara yaitu, Direktur Pusat Ekonomi dan Keuangan Islam Universitas Durham yang juga Dewan Pakar Pengurus Pusat MES, Prof. Mehmet Asutay, peneliti Universitas Oxford, Dr. Bridget Kustin, serta Prof. Marwan Izzeldin PhD dari Universitas Lancester.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum MES United Kingdom, Wahyu Jatmiko menyampaikan bahwa konferensi saat ini cukup istimewa karena dilakukan di tengah krisis COVID-19 sehingga harus diselenggarakan secara online. Meskipun begitu, dirinya bersyukur acara tetap bisa dilaksanakan dengan antusiasme yang tinggi dari para peserta BIES. Wahyu juga berharap, pelaksanaan konferensi BIES 2021 ini dapat menjadi ruang silaturrahim dan diskusi bagi para intelektual ekonomi syariah, baik dari kalangan akademisi, praktisi, maupun regulator.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *