Siklus panen yang musiman membuat arus keuangan petani tidak selalu berjalan stabil. Kondisi ini dapat mendorong petani mengambil pinjaman untuk menutup kebutuhan produksi maupun rumah tangga, termasuk dari sumber pembiayaan dengan bunga tinggi.
Merespons tantangan riil tersebut, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Khairun (Unkhair) Ternate bekerja sama dengan Pengurus Wilayah (PW) MES Maluku Utara memberikan pendampingan manajemen keuangan kepada kelompok petani muda Hangout and Friends di Desa Taba Cempaka, Kecamatan Sahu Timur, Halmahera Barat, pada Rabu hingga Kamis (3–4/6).
Kegiatan ini oleh diikuti 27 yang dibekali dengan materi keterampilan menyusun rencana usaha, mengatur pola tanam, dan mencatat keuangan sederhana untuk memetakan biaya, pendapatan, dan keputusan usaha.
Akademisi FEB Unkhair, Himawan Sardju, menegaskan petani perlu mulai memetakan komoditas yang spesifik dan memiliki permintaan pasar. Menurutnya, penentuan produk sejak awal dapat membantu petani membangun keunggulan, menjaga kesinambungan produksi, dan meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian.
“Perencanaan dalam setiap usaha sangat penting, agar torang so ada gambaran. Fokus pada jenis produk yang ditanam agar bisa ciptakan keunggulan,” kata Himawan.
Menurut Himawan, pasar tidak hanya membutuhkan hasil pertanian dalam jumlah besar, tetapi juga kualitas dan pasokan yang berkesinambungan. Karena itu, petani perlu menyesuaikan pilihan komoditas dengan kebutuhan pasar agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.
Pada saat yang sama, Ketua Umum PW MES Maluku Utara, Iqbal M. Aris Ali, mengingatkan perlunya mengatur pola tanam agar arus kas tetap berputar selama menunggu masa panen. Ia juga mewanti-wanti petani agar cermat sebelum mengakses pinjaman eksternal.
“Karena hasil dari pertanian ini bersifat musiman, maka perlu diatur ada pola tanam yang bisa menghasilkan uang masuk. Perlu diwaspadai juga saat melakukan pinjaman, hindari bunga yang besar karena bisa membahayakan usaha dan keluarga,” tegas Iqbal.
Sebagai solusi untuk mengontrol keluar-masuknya uang, MES Maluku Utara turut memandu para petani menyusun pembukuan skala rumah tangga. Pencatatan tersebut dinilai penting untuk mengetahui kemampuan finansial petani sebelum memasuki musim tanam berikutnya.
“Buat saja laporan yang sederhana, bikin dulu daftar biaya yang menjadi prioritas, baik itu kebutuhan pertanian dan rumah tangga. Bapak dan Ibu bisa juga pakai aplikasi yang sederhana, torang sudah lampirkan caranya di panduan,” terang Iqbal.
Melalui program bertajuk “Kolaborasi untuk Petani Muda”, sinergi Unkhair dan MES diharapkan mampu memperkuat kemandirian petani di Halmahera Barat. Dengan perencanaan usaha dan keuangan yang lebih tertata, siklus usaha pertanian diharapkan dapat berjalan lebih terukur dan berkelanjutan.
Pewarta: Muhammad Lutfi N.S. | Editor: Alfath Shifa G.
Foto: Dokumentasi MES
Eksplorasi konten lain dari Masyarakat Ekonomi Syariah
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




