Padi Biosalin MES Pekalongan Dorong Revitalisasi Lahan Bekas Rob

Padi Biosalin MES Pekalongan Dorong Revitalisasi Lahan Bekas Rob

Lahan pertanian terdampak rob di Kota Pekalongan mulai kembali dimanfaatkan melalui pengembangan padi Biosalin yang dipadukan dengan skema wakaf produktif.

Upaya tersebut ditandai dengan kegiatan Panen Padi Biosalin dan Penyerahan Wakaf Produktif Benih Padi Biosalin oleh Pengurus Daerah (PD) MES Pekalongan bersama Bank Indonesia dan Dompet Dhuafa di kawasan persawahan Kota Pekalongan pada Rabu (12/8).

Ketua Umum PD MES Pekalongan, Moch. Andy Arslan Djunaid, mengatakan program tersebut menjadi upaya menghubungkan instrumen wakaf dengan kebutuhan riil masyarakat, khususnya petani yang menghadapi persoalan lahan akibat rob.

“Wakaf tidak berhenti sebagai aktivitas filantropi, tetapi dapat diarahkan menjadi modal sosial yang menghasilkan manfaat ekonomi secara berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Andy, pemanfaatan wakaf untuk sektor pertanian membuka peluang agar dukungan yang diberikan tidak berhenti pada bantuan sesaat. Skema ini sekaligus dapat mendorong produktivitas petani dan membantu mengembalikan fungsi lahan pertanian.

Berita terkait  Bagikan 700 Takjil, MES Pekalongan Libatkan Komunitas Badut

Padi Biosalin menjadi salah satu pendekatan yang digunakan karena memiliki toleransi terhadap salinitas atau kadar garam tinggi. Karakteristik tersebut membuatnya relevan dikembangkan di lahan pesisir yang terdampak intrusi air laut dan rob.

Melalui program ini, pengembangan pertanian dipertemukan dengan pemberdayaan masyarakat. Benih Biosalin disalurkan melalui skema wakaf produktif untuk membantu petani mengolah kembali lahan yang mengalami penurunan produktivitas.

“Program ini menunjukkan bagaimana wakaf dapat dipertemukan dengan kebutuhan riil masyarakat. Petani memperoleh dukungan produksi, lahan kembali diberdayakan, dan masyarakat mendapatkan manfaat dari penguatan ketahanan pangan,” jelasnya.

Andy menilai pendekatan tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan lebih luas, terutama di wilayah yang menghadapi persoalan lahan pertanian akibat rob dan salinitas.

“Wakaf, pertanian, dan ketahanan pangan dapat saling terhubung dalam satu ekosistem. Dengan pengelolaan yang amanah dan produktif, manfaat wakaf dapat terus berkembang dan dirasakan masyarakat,” ujar Andy.

Berita terkait  Musda IV MES Pekalongan Tetapkan Kepengurusan Baru

Melalui pendekatan tersebut, wakaf produktif tidak hanya menjadi instrumen sosial, tetapi juga dapat menggerakkan sektor riil, memulihkan produktivitas lahan, dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.

Pewarta: Muhammad Lutfi N.S. | Editor: Alfath Shifa G.
Foto: Dokumentasi MES


Eksplorasi konten lain dari Masyarakat Ekonomi Syariah

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Related Posts
Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses