Peran teknologi digital kian penting dalam pengembangan ekonomi syariah, termasuk melalui integrasi dengan institusi keagamaan untuk memperluas layanan dan memperkuat literasi masyarakat.
Fokus tersebut dibahas dalam Training of Trainers (ToT) bagi Penyuluh Agama Islam wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto dan Pengurus Daerah MES Banyumas.
Kegiatan yang menjadi bagian dari program Gerakan Ekonomi Syariah (GERAK Syariah) 2026 ini berlangsung di Kantor OJK Purwokerto, Purwokerto, pada Rabu (18/2), dan diikuti sekitar 700 peserta secara luring dan daring.
Salah satu narasumber, Apik Anitasari Intan Saputri, menekankan bahwa digitalisasi merupakan instrumen penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi syariah global. Ia menilai, pemanfaatan teknologi harus diiringi dengan penguatan ekosistem dan literasi di tingkat masyarakat.
“Pemanfaatan teknologi perlu diiringi dengan penguatan ekosistem dan literasi di tingkat masyarakat. Hal ini menjadi instrumen krusial untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat digital syariah di Asia pada tahun 2030,” ujarnya.
Ia menjelaskan, masjid memiliki peran strategis dalam mendukung transformasi tersebut karena kedekatannya dengan masyarakat. Menurut dia, masjid dapat berfungsi sebagai pusat aktivitas sosial sekaligus ekonomi berbasis digital.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi merupakan pusat kepercayaan yang dapat mengoordinasikan layanan fintech untuk pembayaran zakat, infak, dan sedekah, serta menjadi katalisator pemberdayaan UMKM di sekitarnya,” jelasnya.
Ia juga menyebut pemanfaatan teknologi seperti blockchain, kecerdasan buatan, dan layanan fintech dapat meningkatkan transparansi serta memperluas akses layanan keuangan syariah, khususnya bagi masyarakat yang belum terjangkau layanan perbankan.
Selain itu, ia mendorong para penyuluh agama untuk mengambil peran aktif dalam meningkatkan literasi ekonomi syariah digital di masyarakat. Menurutnya, penyuluh memiliki posisi penting sebagai penghubung antara perkembangan teknologi dan pemahaman masyarakat.
“Kita memiliki peluang besar. Dengan menyinergikan inovasi teknologi dan fondasi sosial ekonomi syariah, visi Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia merupakan target yang realistis untuk dicapai bersama,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, para penyuluh agama diharapkan dapat memperkuat pemahaman serta mendorong pemanfaatan layanan ekonomi syariah digital, sehingga mendukung pengembangan ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.
Pewarta : Muhammad Lutfi N.S.
Foto : Dokumentasi MES
Eksplorasi konten lain dari Masyarakat Ekonomi Syariah
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




