Penguatan kelembagaan dan kolaborasi menjadi kunci pengembangan ekonomi syariah di tingkat daerah. Hal ini mendorong Pengurus Daerah MES Cianjur menyelenggarakan Silaturahmi Kerja Daerah (silakda) pada Jumat (6/2).
Kegiatan yang mengangkat tema Memperkuat Ekosistem Ekonomi Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat Cianjur ini menjadi forum konsolidasi pengurus sekaligus merumuskan arah program kerja organisasi ke depan.
Ketua Umum MES Cianjur, Irpan Jamil, mengatakan silakda menjadi momentum untuk memperkuat keselarasan visi dan peran organisasi dalam pengembangan ekonomi syariah di daerah. Ia menilai, konsolidasi diperlukan agar program yang dijalankan memiliki arah yang jelas dan berdampak.
“Silakda ini bukan hanya agenda rutin organisasi, tetapi menjadi ruang konsolidasi untuk memastikan MES Cianjur memiliki arah yang jelas dan program yang berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan ekonomi syariah memerlukan dukungan dan sinergi lintas sektor, termasuk dengan lembaga zakat dan para pemangku kepentingan lainnya. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk memperluas dampak program, khususnya dalam mendorong pemberdayaan ekonomi umat.
Komitmen kolaborasi itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara MES Cianjur dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Cianjur sebagai bagian dari upaya optimalisasi program berbasis pemberdayaan.
“Kami ingin zakat tidak hanya berhenti pada fungsi sosial, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi yang mampu meningkatkan kemandirian umat,” kata Irpan.
Melalui silakda ini, MES Cianjur menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran organisasi dalam pengembangan ekonomi syariah daerah, sekaligus membangun kolaborasi berkelanjutan guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.
Pewarta : Muhammad Lutfi N.S.
Foto : Dokumentasi MES
Eksplorasi konten lain dari Masyarakat Ekonomi Syariah
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




