Audiensi dengan PWM Jateng, MES Jateng Bahas Ekonomi Berbasis Pesantren

Audiensi dengan PWM Jateng, MES Jateng Bahas Ekonomi Berbasis Pesantren

Pengembangan ekonomi berbasis pesantren menjadi salah satu bahasan Pengurus Wilayah MES Jawa Tengah saat audiensi dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah pada Rabu (16/9) di Universitas Muhammadiyah Semarang.

Ketua PWM Jawa Tengah yang juga menjadi Dewan Penasihat MES Jateng, K.H. Tafsir, menyambut baik audiensi berupa rencana kolaborasi tersebut. Menurutnya, pesantren memiliki potensi yang dapat dikembangkan tidak hanya dalam bidang pendidikan, tetapi juga dalam berbagai aktivitas ekonomi yang memberi manfaat bagi masyarakat.

“Pesantren memiliki potensi besar yang bisa dikembangkan lebih luas. Tidak hanya dalam pendidikan, tetapi juga melalui berbagai kegiatan ekonomi yang dekat dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Menurut K.H. Tafsir, pengembangan potensi tersebut perlu dilakukan dengan melihat kekuatan yang sudah dimiliki pesantren, mulai dari sumber daya manusia, jejaring masyarakat, hingga lingkungan yang tumbuh di sekitarnya.

“Kalau potensi pesantren bisa dikembangkan dengan baik, maka pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari penggerak ekonomi masyarakat,” tuturnya.

Berita terkait  MES Kalteng Ajak Santri Kuasai Instrumen Keuangan Syariah

Ketua Umum MES Jawa Tengah, Rezza Arief Budy Artha, mengatakan keterlibatan K.H. Tafsir sebagai Dewan Penasihat dalam audiensi tersebut diharapkan dapat memberikan arahan sekaligus mengawal kebijakan strategis MES Jateng.

“Kami berharap beliau dapat memberikan arahan dan ikut mengawal kebijakan strategis MES Jawa Tengah. Dengan begitu, ruang kolaborasi dapat terbuka lebih luas, terutama untuk mengembangkan potensi pesantren dan masyarakat melalui ekonomi syariah,” ujarnya.

Sejalan dengan gagasan tersebut, MES Jateng memaparkan sejumlah program yang disiapkan untuk mengembangkan potensi pesantren melalui edukasi, wisata, dan digitalisasi. Salah satunya Santri Weekend, yang mengajak wisatawan tinggal dan mengikuti aktivitas kehidupan santri selama tiga hari di pesantren pilihan.

“Pesantren tidak hanya memiliki fungsi pendidikan. Ada potensi wisata, ekonomi, dan sumber daya manusia yang bisa dikembangkan. Kami ingin potensi itu menjadi bagian dari ekosistem ekonomi syariah di Jawa Tengah,” tutur Rezza.

Berita terkait  Sinergi MES Aceh Besar dan BI Dorong Transaksi Digital Syariah

Selain Santri Weekend, MES Jateng menyiapkan Sunrise untuk meningkatkan kemampuan teknologi informasi para santri. Melalui program ini, santri dari berbagai daerah di Jawa Tengah akan mengikuti pembelajaran IT di Semarang.

Kedua program tersebut menjadi bagian dari agenda MES Jateng untuk mengembangkan potensi pesantren melalui aktivitas ekonomi, wisata, dan peningkatan kapasitas digital santri.

Pewarta: Muhammad Lutfi N.S.
Foto: Dokumentasi MES


Eksplorasi konten lain dari Masyarakat Ekonomi Syariah

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Related Posts
Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses