Upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai wakaf produktif dan pemberdayaan ekonomi berbasis masjid diwujudkan melalui peluncuran Lembaga Wakaf Pengurus Daerah (PD) MES Pekalongan pada Senin (8/6).
Melalui lembaga tersebut, MES Pekalongan menggagas program Green Wakaf bersama Takmir Masjid At-Taufiq Baros, Pekalongan. Program ini mengoptimalkan lahan masjid melalui budidaya sayur dan melon organik sebagai model wakaf produktif yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Ketua I PD MES Pekalongan, Rinda Asytuti, menjelaskan bahwa pembentukan Lembaga Wakaf MES Pekalongan merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem wakaf yang lebih produktif dan berdampak bagi masyarakat.
“Wakaf tidak hanya dipahami sebagai instrumen sosial-keagamaan, tetapi juga dapat menjadi sarana pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan apabila dikelola secara profesional dan inovatif,” tuturnya.
Menurut Rinda, Green Wakaf menjadi contoh pemanfaatan aset masjid yang tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi, tetapi juga mendorong kepedulian terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
“Konsep ini selaras dengan semangat pembangunan berkelanjutan yang menekankan keseimbangan antara keuntungan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian lingkungan,” tambahnya.
Sementara itu, Dekan FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, AM. Muh. Khafids, menilai kesadaran terhadap pelestarian lingkungan perlu menjadi bagian dari berbagai program pengembangan ekonomi dan pendidikan.
“Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendorong lahirnya berbagai inovasi yang mampu menjawab tantangan lingkungan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Menurut Khafids, seluruh elemen masyarakat perlu memperlakukan alam secara lebih bijak dan bertanggung jawab. Ia menegaskan bahwa upaya menjaga lingkungan harus menjadi bagian dari praktik kehidupan sehari-hari.
Peluncuran Lembaga Wakaf MES Pekalongan juga dirangkaikan dengan Seminar Kewirausahaan bertema The Future of Business: Menyelaraskan Profit, Manusia dan Planet yang membahas bisnis berkelanjutan sebagai fondasi pembangunan ekonomi masa depan.
Pewarta: Muhammad Lutfi N.S.
Foto: Dokumentasi MES
Eksplorasi konten lain dari Masyarakat Ekonomi Syariah
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




