Pengembangan sektor riil dinilai perlu menjadi fokus dalam penguatan ekonomi syariah. Kepengurusan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) didorong memperluas kiprah tidak hanya pada aspek literasi, tetapi juga kegiatan ekonomi yang produktif.
Pesan tersebut disampaikan Menteri Koperasi RI sekaligus Ketua Harian Pengurus Pusat (PP) MES Ferry Juliantono dalam Pelantikan Pengurus Wilayah (PW) MES Jawa Barat dan Seminar Nasional bertajuk Sinergi Ekonomi Syariah dan Ekonomi Hijau dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan di Jawa Barat pada Sabtu (25/7).
Ferry menilai organisasi ekonomi syariah perlu mengambil peran yang lebih aktif dalam pengembangan sektor riil agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“MES sebaiknya berkiprah langsung di sektor-sektor riil yang produktif,” ujarnya.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan, lanjut Ferry, adalah menginventarisasi pengusaha muslim di Jawa Barat guna memperkuat akses permodalan dan pengembangan usaha.
“Setiap kepengurusan MES diharapkan mampu menjadi simpul penggerak ekonomi syariah di wilayahnya masing-masing,” katanya.
Ferry juga mengungkapkan bahwa Kementerian Koperasi bersama MES, Baznas, Dewan Masjid Indonesia (DMI), Kementerian Agama, dan Danantara tengah mengembangkan koperasi berbasis masjid. Karena itu, ia mendorong MES Jawa Barat menghadirkan model percontohan agar masjid dapat berperan lebih besar dalam pemberdayaan ekonomi umat.
“Presiden Prabowo ingin masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga memiliki badan usaha yang menjadikan masjid lebih mandiri dan mampu menggerakkan potensi umat,” ujarnya.
Selain itu, Ferry menjelaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) diproyeksikan menjadi sarana distribusi barang bersubsidi dan bantuan sosial yang lebih efektif di tingkat masyarakat. Ia meyakini keterlibatan aktif MES dalam berbagai program pemberdayaan tersebut akan memperkuat pemerataan ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat.
“MES hadir sebagai organisasi inklusif yang menghimpun sumber daya yang ada dan membangun sinergi di antara para pemangku kepentingan dalam rangka mengembangkan dan membumikan ekonomi syariah,” kata Ferry.
Sementara itu, Ketua Umum PW MES Jawa Barat Hari Maksum menyatakan kesiapan jajarannya untuk menindaklanjuti arahan Ketua Harian MES agar organisasi lebih aktif dalam menggerakkan sektor riil dan kegiatan ekonomi produktif.
“Organisasi kini ditugaskan menjadi penggerak ekonomi produktif yang langsung menyentuh masyarakat. Kita diarahkan oleh Ketua Harian supaya lebih ke implementasi saja, implementasi bisnis,” ujarnya.
Menurut Hari, arahan tersebut menandai pergeseran peran MES dari yang selama ini banyak bergerak pada aspek literasi menuju implementasi berbagai kegiatan ekonomi yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
“Ketua Harian juga meminta MES Jabar membentuk koperasi serta entitas bisnis lainnya, sekaligus menginventarisasi pengusaha-pengusaha muslim,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, PW MES Jawa Barat akan mengawal pembentukan koperasi syariah berbasis masjid, memperkuat pemberdayaan UMKM, serta membangun jejaring pelaku usaha sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi syariah di daerah.
Hari menilai tantangan ekonomi syariah saat ini tidak lagi sebatas meningkatkan pemahaman masyarakat, melainkan mendorong pemanfaatan berbagai layanan dan instrumen keuangan syariah dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.
“Artinya masyarakat yang paham ekonomi syariah sudah cukup banyak, tetapi yang menggunakan instrumen keuangan syariah masih sedikit. Jadi masih ada kesenjangan yang harus kita kejar,” ujarnya.
Menurut Hari, kondisi tersebut menjadi alasan MES Jawa Barat akan lebih fokus pada program-program ekonomi produktif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Intinya programnya operasional. MES sekarang didorong tidak hanya berbicara konsep, tetapi benar-benar hadir menjalankan kegiatan bisnis yang memberi manfaat bagi masyarakat,” tandasnya.
Pewarta: Muhammad Lutfi N.S. | Editor: Alfath Shifa G.
Foto: Dokumentasi MES
Eksplorasi konten lain dari Masyarakat Ekonomi Syariah
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




