Literasi investasi berbasis syariah dinilai penting untuk membangun masyarakat yang cerdas finansial sekaligus terhindar dari praktik investasi ilegal yang merugikan.
Semangat tersebut diwujudkan melalui Workshop Pasar Modal Syariah Chapter Kabupaten Banjar yang diselenggarakan Pengurus Daerah (PD) MES Kabupaten Banjar bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (7/5).
Wakil Bupati Kabupaten Banjar, Said Idrus Al-Habsyi, mengatakan tingginya minat masyarakat terhadap investasi perlu diimbangi edukasi yang memadai agar masyarakat mampu memilih instrumen investasi yang aman, legal, dan sesuai prinsip syariah.
“Antusiasme masyarakat terhadap investasi sangat tinggi. Namun masih terdapat ancaman investasi ilegal yang merugikan sehingga edukasi investasi aman dan sesuai prinsip syariah sangat penting,” ujarnya.
Menurut Said Idrus, visi Kabupaten Banjar untuk mewujudkan masyarakat yang maju, mandiri, dan agamis perlu didukung penguatan literasi keuangan, termasuk di bidang investasi syariah.
Ia menilai investasi syariah tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga memberikan ketenangan karena dijalankan sesuai prinsip syariat Islam.
“Investasi sejatinya bukan hanya soal keuntungan ekonomi, tetapi juga upaya membangun pola pikir dan perencanaan masa depan yang lebih baik sehingga tenang menjalani kehidupan,” katanya.
Said Idrus juga meminta peserta memanfaatkan workshop untuk memahami aspek teknis investasi syariah, mulai dari pembukaan rekening saham, memahami daftar efek syariah, hingga strategi pengelolaan risiko investasi.
Sementara itu, Ketua Umum PD MES Kabupaten Banjar, Muhammad Noval, berharap Workshop Pasar Modal Syariah dapat menjadi agenda rutin dan berkelanjutan di Kabupaten Banjar.
Menurut Noval, kegiatan tersebut memiliki peran strategis dalam memperkuat pasar modal syariah Indonesia sebagai instrumen investasi yang aman, transparan, dan halal bagi masyarakat.
“Kegiatan ini memiliki peran strategis dalam memperkuat pasar modal syariah Indonesia sebagai instrumen investasi yang aman, transparan, dan halal bagi masyarakat,” tuturnya.
Ia juga berharap kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan pemahaman teknis masyarakat mengenai investasi syariah, tetapi sekaligus menjadi ruang silaturahmi dan memfasilitasi masyarakat yang ingin membuka rekening saham syariah.
“Kami berharap masyarakat tidak hanya memahami investasi syariah secara teori, tetapi juga mulai berani memanfaatkan instrumen investasi yang aman dan sesuai prinsip syariah,” ujar Noval.
Workshop tersebut menghadirkan materi mengenai pasar modal syariah di Indonesia yang disampaikan Bursa Efek Indonesia (BEI) serta pembahasan mekanisme transaksi investasi berbasis Sharia Online Trading System oleh KISI Sekuritas.
Pewarta: Muhammad Lutfi N.S. | Editor: Alfath Shifa G.
Foto: Dokumentasi MES
Eksplorasi konten lain dari Masyarakat Ekonomi Syariah
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




