Di balik gelombang besar gerakan ekonomi syariah nasional, ada mereka yang bekerja dalam sunyi namun memiliki dedikasi dan loyalitas, kaya akan gagasan dan penggerak perubahan. Meminjam istilah K.H Ma’ruf Amin, mereka adalah “hamzah washal” yang menjadi jembatan komunikasi oleh mereka yang terhambat karena situasi sekaligus perekat oleh mereka yang tidak pernah dekat. Mereka bukanlah figur yang berdiri di podium, namun memiliki tangan terampil yang menjaga layar kapal tetap berkibar untuk memastikan setiap program berjalan tanpa cela.
Mereka adalah para pejuang yang nyaris tidak pernah nampak di permukaan dalam setiap agenda kegiatan MES. Mereka adalah para petarung dan para petaruh yang dengan gagah berani mengadu nasib di Ibu Kota, merajut masa depan berbalut pengabdian di tengah ketidakpastian yang hanya bermodalkan keikhlasan dan keterampilan. Mereka adalah para penerus generasi yang belum mapan namun selalu optimis dengan berbagai harapan. Dan mereka adalah para pemimpin penuh prestasi yang tidak pernah mengeluh dalam segala situasi dan kondisi. Maka sudah selayaknya diberikan kepadanya sebuah apresiasi.
Buku “Berlayar di Samudra Eksyar ; Cerita dari Balik Layar” adalah judul buku yang sengaja kami susun untuk memberikan deskripsi bagaimana peran para tim sekretariat MES dalam menjalankan tugas dan fungsi dalam struktur kepengurusan. Keberadaannya mungkin jarang terungkap, berada dalam “ruang gelap”, senyap namun tidak hanya berperan sebagai pelengkap.
Berlatar belakang pengalaman nyata sejak awal 2000-an, pembaca diajak menelusuri dinamika internal organisasi: dari proses seleksi yang penuh harap dan keraguan, ritme kerja-kerja dan rapat strategis bersama para pakar, hingga momen-momen tidak terduga yang justru membentuk karakter dan kekompakan tim. Ada cerita tentang bagaimana idealisme bertemu realitas anggaran, loyalitas diuji oleh tekanan, serta kebanggaan tumbuh bukan karena sorotan, melainkan karena semangat pengabdian.
Buku ini mengajak pembaca menyelami kisah Tim Sekretariat MES bekerja, tentang kesetiaan pada visi, dan tentang orang-orang yang memilih untuk tetap tegak di geladak meski diterjang ombak. Buku ini juga sekaligus sebagai legitimasi bahwa Tim Sekretariat (dan alumni) MES tetap ada dan solid dalam situasi dan kondisi yang sulit. Kami meyakini bahwa stagnasi selalu dapat dieliminasi dengan dedikasi. Tempaan proses yang sedemikian kuat selalu membawa keberuntungan kami dalam menyelesaikan tugas kepengurusan dengan baik.
Penulis
Iwan P. Pontjowinoto, Andri Irwan Ali, M. Bagus Teguh P., Sri Astuti (Ade), Yoka Risma Daura, Achmad Iqbal, Heru Prasetyo, Farizal, Dedi Harsongko, Giska, Fikri Indra Silmy, Diah Kurniati, Herry Aslam Wahid, Ari Permana, Puri Hukmi Lestari, M. Irkham Fukhuluddin, Dewi Novita Sari, Miftahul Ulum, Hafid Koesmahendra, Surya Adi Prayogo, Pimgi Nugraha, Mulyana Mukhlis, M. Danil Aufa, M. Rijalul Humam, Rida Nurfarida Rahmat, Alfath Shifa Ghifara
Penyunting
Joko Intarto
Buku dapat didapatkan dengan mengikuti berbagai event kegiatan literasi & inklusi Masyarakat Ekonomi Syariah dan atau dapat diakses melalui ekonomisyariah.org
Diterbitkan oleh
Yayasan Bhakti Masyarakat Ekonomi Syariah
Jl. Tebet Dalam IV E No. 70, Kec, Tebet , Jakarta Selatan 12810
Telp: 021-8298724
Email: [email protected]
Web: www.ekonomisyariah.org
Eksplorasi konten lain dari Masyarakat Ekonomi Syariah
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


