Penguatan daya saing UMKM berbasis syariah di daerah terus didorong melalui kolaborasi, dengan sertifikasi halal sebagai instrumen strategis peningkatan nilai tambah produk lokal.
Upaya tersebut ditindaklanjuti melalui koordinasi antara Pengurus Daerah MES Kabupaten Seruyan dan Pengurus Wilayah MES Kalimantan Tengah dalam kunjungan ke Seruyan pada Rabu (5/2).
Salah satu fokus pembahasan adalah rencana sosialisasi sertifikasi produk halal bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang direncanakan akan dirangkai dengan pelantikan Pengurus Daerah MES Kabupaten Seruyan pada Maret 2026.
Ketua Umum MES Kabupaten Seruyan, Haryono, menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut sejalan dengan kebutuhan UMKM daerah yang semakin dituntut memiliki daya saing, baik di pasar regional maupun nasional.
“Program sosialisasi sertifikasi halal ini menjadi langkah penting untuk memperkuat posisi produk lokal. Sertifikasi halal bukan hanya soal kepatuhan, tetapi juga nilai tambah yang meningkatkan kepercayaan konsumen,” ujar Haryono.
Ia menegaskan, kegiatan yang dirancang bersama PW MES Kalimantan Tengah diharapkan tidak berhenti pada tataran seremonial, melainkan memberikan dampak nyata bagi pelaku UMKM, khususnya dalam meningkatkan pemahaman tentang pentingnya sertifikasi halal dalam pengembangan usaha.
Menurutnya, sinergi antara pengurus wilayah dan pengurus daerah perlu terus diperkuat agar program ekonomi syariah berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi contoh sinergi yang efektif dalam mendorong pengembangan ekonomi syariah di Kalimantan Tengah,” tuturnya.
Melalui rencana kegiatan tersebut, MES Kabupaten Seruyan optimistis dapat berperan lebih aktif dalam mendukung agenda nasional penguatan ekonomi syariah, terutama melalui pemberdayaan UMKM berbasis halal di daerah.
Penulis : Muhammad Lutfi N.S.
Foto : Dokumentasi MES
Eksplorasi konten lain dari Masyarakat Ekonomi Syariah
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




