Keragaman karakter dan cita rasa membuat kopi Indonesia berpeluang menjangkau pasar internasional. Promosi yang efektif perlu disertai pengalaman langsung agar calon pembeli mengenal produk dan proses produksinya.
Pendekatan tersebut diwujudkan melalui Flavors of Indonesia – Specialty Coffee Experience & Business Matching with Filipino Buyers yang diselenggarakan Pengurus Pusat MES bersama PT Pegadaian dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Manila pada 20–23 Oktober 2026 di Banyuwangi, Jember, dan Tangerang.
Kegiatan ini diikuti 23 peserta, terdiri atas sembilan buyer Filipina, empat perwakilan KBRI Manila, serta 10 petani kopi dan pemangku kepentingan terkait. Melalui kunjungan lapangan, coffee tasting, dan business matching, para buyer mengenal karakter kopi Indonesia sekaligus menjajaki peluang kerja sama.
Rangkaian kegiatan diawali di Banyuwangi melalui pengenalan budaya lokal dan kunjungan ke Osing Deles. Ketua Komite Pariwisata Ramah Muslim Pengurus Pusat MES, Sitta Izza Rosdaniah, menilai perpaduan pengenalan budaya dan produk unggulan daerah dapat memberikan gambaran lebih utuh kepada buyer mengenai potensi Indonesia.
“Pengenalan kopi Indonesia tidak hanya berbicara tentang cita rasa, tetapi juga tentang karakter dan kekayaan daerah asalnya. Pengalaman ini menjadi cara untuk memperkenalkan potensi Indonesia secara lebih dekat kepada buyer internasional,” ujar Sitta.
Ia juga menyoroti pentingnya interaksi langsung sebagai ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produknya kepada calon mitra. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal komunikasi yang dapat dilanjutkan setelah rangkaian kunjungan berakhir.
“Melalui pertemuan seperti ini, pelaku usaha memiliki kesempatan untuk mengenalkan produknya sekaligus memahami minat calon pembeli. Kami berharap komunikasi yang terbangun dapat ditindaklanjuti menjadi peluang kerja sama,” tambahnya.
Perjalanan berlanjut ke Jember melalui kunjungan ke Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka). Peserta mengikuti praktik coffee tasting atau cupping, business matching, serta diskusi komersial untuk mengenal karakter dan potensi pasar kopi Indonesia. Rangkaian kegiatan juga mencakup kunjungan ke Kampung Belajar Tanoker di Ledokombo serta perkebunan dan fasilitas produksi PT Perkebunan Nusantara I Regional 5.
Pada hari terakhir, peserta mengunjungi The Gade Café & Resto dan Galeri 24 di Tangerang. Pimpinan Pegadaian Cabang Tangerang, Agnes Arnelawati, menjelaskan bahwa keterlibatan Pegadaian menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk perusahaan kepada delegasi Filipina melalui sesi berbagi produk dan kunjungan galeri.
“Kolaborasi ini memberikan ruang untuk memperkenalkan beragam produk Indonesia kepada delegasi internasional. Kami berharap pengalaman yang diperoleh peserta dapat memperluas wawasan mereka sekaligus membuka peluang interaksi yang bermanfaat,” ujar Agnes.
Selain pengenalan produk, kegiatan juga diisi Barista Battle antara barista Café Gade dan buyer Filipina. Agnes menilai kegiatan interaktif tersebut melengkapi rangkaian program melalui pertukaran pengalaman yang lebih dekat antara para peserta, sekaligus memperkenalkan pengalaman menikmati kopi Indonesia dari sisi penyajian.
“Melalui kegiatan seperti Barista Battle, peserta dapat saling berbagi pengalaman dan mengenal keterampilan satu sama lain. Interaksi ini menjadi bagian menarik dari upaya membangun hubungan dengan para pelaku industri kopi dari Filipina,” tambahnya.
Melalui program ini, MES dan para mitra membuka peluang kerja sama antara pelaku kopi Indonesia dan buyer Filipina. Penjajakan ini diharapkan memperluas akses pasar serta memberi nilai tambah bagi petani dan UMKM kopi Indonesia.
Pewarta: Muhammad Lutfi N.S.
Foto: Dokumentasi MES
Eksplorasi konten lain dari Masyarakat Ekonomi Syariah
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




