Penguatan ekonomi syariah di Kepulauan Riau (Kepri) memasuki babak baru setelah Pengurus Daerah (PD) MES Kota Batam periode 2026–2031 resmi dilantik pada Kamis (13/8) di Aula Lantai 3 Gedung Bank Indonesia Batam. Kepengurusan ini menjadi yang pertama terbentuk dari tujuh kabupaten/kota di Provinsi Kepri.
Pelantikan tersebut menjadi momentum awal MES Kota Batam untuk menangkap potensi Batam sebagai kota strategis yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia, termasuk melalui pengembangan wisata halal dan UMKM.
Ketua Umum Pengurus Wilayah (PW) MES Kepri, Muhammad Zulkamirullah, menilai posisi geografis Batam membuka peluang besar bagi pengembangan ekonomi syariah di Kepri. Karena itu, kepengurusan baru dituntut menerjemahkan keunggulan tersebut ke dalam program yang berdampak.
“Kepengurusan MES Kota Batam jangan hanya sekadar seremonial belaka, harus dapat mengambil peluang dari letak strategis Kota Batam yang berdekatan dengan dua negara tetangga,” tegasnya.
Menurutnya, wisata halal dan pembinaan UMKM menjadi dua peluang yang dapat digarap untuk memperluas manfaat ekonomi syariah, baik bagi wisatawan mancanegara maupun domestik.
“Salah satu peluangnya dengan mengambil peluang wisata halal dan pembinaan Usaha Kecil Menengah di Kota Batam, baik dari wisatawan luar negara maupun wisatawan domestik,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum PD MES Kota Batam, Yulfiswandi, menyebut terbentuknya kepengurusan Batam menjadi langkah awal memperluas gerakan ekonomi syariah di Kepri. Batam menjadi daerah pertama dari tujuh kabupaten/kota di Kepri yang membentuk kepengurusan MES.
“Pembentukan ini merupakan pertama dari MES kabupaten dan kota se-Provinsi Kepri. Dari tujuh kabupaten dan kota yang terdapat di Provinsi Kepri, daerah lain akan menyusul pembentukan kepengurusan MES di daerah masing-masing,” ujarnya.
Memasuki periode 2026–2031, Yulfiswandi menegaskan kepengurusan baru perlu menjadikan momentum tersebut sebagai pijakan untuk menjalankan program yang berdampak bagi masyarakat, sekaligus memperkuat posisi Batam dalam pengembangan ekonomi syariah.
“Kami berharap dapat menjadi pelopor gerakan ekonomi syariah di tingkat daerah dan mendorong semakin kuatnya ekosistem ekonomi syariah di Kepri,” pungkas Yulfiswandi.
Pewarta: Muhammad Lutfi N.S. | Editor: Alfath Shifa G.
Foto: Dokumentasi MES
Eksplorasi konten lain dari Masyarakat Ekonomi Syariah
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




