Pengembangan kawasan halal di Daerah Istimewa Yogyakarta kembali didorong melalui program Komitmen Kawasan Halal (KKH) yang digagas Pengurus Wilayah (PW) MES DI Yogyakarta bersama Lembaga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LPEK PP Muhammadiyah).
Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian Road to Jogja Halal Festival (JHF) #3. Pada tahun ini, KKH menyasar Kelurahan Wukirsari di Kabupaten Bantul, kawasan Kalasan di Kabupaten Sleman, serta program Napak Tilas K.H. Ahmad Dahlan.
Ketua Departemen Industri Halal MES DI Yogyakarta, Rika Fatimah, mengatakan bahwa KKH 2026 difokuskan pada penguatan kawasan berbasis prinsip halal dan keberlanjutan. Menurutnya, pendekatan tersebut diarahkan untuk mendorong dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Pada tahun 2026, KKH difokuskan pada penguatan kawasan berbasis prinsip halal dan keberlanjutan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan agar mampu menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Rika.
Ia menambahkan, pelaksanaan KKH tahun ini juga melibatkan Program Master of Business Administration (MBA) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Kampus Jakarta. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penyusunan video edukasi publik dan analisis kawasan dengan pendekatan Operations and Technology Management (OTM) serta G2R Tetrapreneur.
“Selain menyasar Wukirsari dan Kalasan, program ini juga mendukung pengembangan wisata ramah muslim di DIY. Kami berharap hasil kajian dan karya yang dihasilkan dari kolaborasi tersebut dapat menjadi media edukasi publik sekaligus sarana promosi kawasan halal yang berkelanjutan,” ujar Rika.
Founder dan Konseptor G2R Tetrapreneur itu menjelaskan bahwa KKH merupakan inovasi kolaboratif yang dikembangkan MES DIY bersama G2R Tetrapreneur DIY sebagai langkah persiapan kawasan untuk memenuhi berbagai standar halal.
“Program ini mencakup pengembangan Kawasan Halal Industri, Kuliner Halal Aman dan Sehat (KHAS), serta Wisata Ramah Muslim. Pendekatan ini tidak hanya mendorong sertifikasi halal, tetapi juga memperkuat tata kelola, layanan, UMKM, dan SDM,” jelasnya.
Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, MES DI Yogyakarta berharap KKH menjadi model pengembangan kawasan halal yang terintegrasi dan berkelanjutan. Program ini juga ditargetkan memperkuat literasi halal, promosi wisata ramah muslim, dan kewirausahaan berbasis gotong royong.
Pewarta: Muhammad Lutfi N.S. | Editor: Alfath Shifa G.
Foto: Dokumentasi MES
Eksplorasi konten lain dari Masyarakat Ekonomi Syariah
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




