Penguatan ekonomi daerah yang disertai peningkatan literasi keuangan masyarakat menjadi salah satu fokus dalam kegiatan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2026 yang diselenggarakan Pengurus Wilayah (PW) MES Kalimantan Selatan pada Rabu (4/3).
Kegiatan yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah.
Wakil Bupati Barito Kuala, Herman Susilo, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam memperkuat pengembangan ekonomi syariah di daerah, salah satunya melalui Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2026.
“Atas nama pemerintah daerah, kami membuka ruang kerja sama dan memberikan dukungan seluas-luasnya terhadap kegiatan ini. Ke depan, kegiatan seperti ini dapat disinergikan dengan dinas-dinas terkait dalam menunjang pengembangan ekonomi syariah,” ujar Herman.
Ia menilai penguatan literasi keuangan syariah merupakan langkah penting agar masyarakat semakin memahami serta mampu memanfaatkan layanan keuangan secara bijak dan produktif.
Ketua PW MES Kalimantan Selatan, Mairijani, mengatakan bahwa ekonomi syariah tidak hanya berkaitan dengan prinsip bebas riba, tetapi juga berorientasi pada penguatan sektor riil melalui pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, pengembangan ekonomi syariah memiliki peluang besar seiring meningkatnya tren industri halal secara global.
“Ekonomi syariah membuka peluang besar bagi pertumbuhan usaha produktif, terutama di tengah tren global industri halal yang terus meningkat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah MES Barito Kuala, Helman Nafidzi, menilai daerah tersebut memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah, mengingat mayoritas penduduknya beragama Islam.
“Penguatan nilai-nilai syariah dalam aktivitas ekonomi masyarakat perlu terus didorong, mulai dari praktik transaksi hingga pengelolaan usaha produktif,” ujarnya.
Helman menambahkan bahwa pengembangan ekonomi syariah juga berkaitan erat dengan upaya mendorong pertumbuhan sektor usaha masyarakat, khususnya UMKM.
“Dengan potensi masyarakat yang besar, ekonomi syariah dapat menjadi salah satu pendorong penguatan ekonomi daerah jika didukung literasi yang baik serta kolaborasi berbagai pihak,” tuturnya.
Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan diskusi edukatif yang membahas pengelolaan keuangan berbasis syariah, pengendalian konsumsi selama Ramadan, serta strategi perencanaan keuangan yang lebih produktif.
Pewarta : Muhammad Lutfi N.S. | Editor : Alfath Shifa G.
Foto : Dokumentasi MES
Eksplorasi konten lain dari Masyarakat Ekonomi Syariah
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




