Oleh: Abdullah Rasyid – Koordinator Wilayah Sumatera PP MES Periode 1447-1452 H
Sebuah kantor memperoleh maknanya dari pekerjaan yang berlangsung di dalamnya. Ruang rapat menjadi berguna ketika keputusan ditindaklanjuti. Gedung organisasi menjadi rumah bersama ketika orang datang membawa persoalan dan menemukan jalan penyelesaiannya.
Di sinilah rumah kolaborasi MES menemukan maknanya, bukan semata sebagai ruang kerja, melainkan tempat berbagai gagasan dan ikhtiar bertemu untuk menghadirkan manfaat.
Harapan itulah yang menyertai peresmian kantor baru Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah di Jakarta pada 7 Oktober 2026. Bagi kami di MES, peresmian ini membawa tanggung jawab untuk memperkuat organisasi dan memperluas manfaat ekonomi syariah bagi masyarakat. Rumah kolaborasi MES diharapkan menjadi ruang yang menghubungkan komitmen dengan kerja nyata.
Tausiah Ketua Dewan Pakar PP MES, Ustadz Adi Hidayat, memperdalam makna peresmian tersebut. Pesan mengenai kesadaran iman dan fikih muamalah mengingatkan bahwa kemajuan ekonomi syariah bergantung pada manusia yang menjalankannya. Sistem membutuhkan pelaku yang jujur, lembaga membutuhkan pengelola yang amanah, dan pasar membutuhkan hubungan yang adil.
Iman dalam Kehidupan Ekonomi
Ekonomi syariah sering diperkenalkan melalui perbankan, pembiayaan, investasi, dan industri halal. Masyarakat juga perlu memahami nilai-nilai yang menyertai penggunaan produk tersebut.
Pedagang menerapkan nilai syariah ketika menjelaskan kondisi barang secara jujur. Pengusaha menunjukkan tanggung jawab dengan memenuhi hak pekerja. Pengelola dana menjaga amanah dengan mempertanggungjawabkan keputusan, sementara nasabah berkewajiban memenuhi kesepakatan.
Takwa tercermin dalam cara memperoleh keuntungan, memperlakukan mitra, dan memenuhi kewajiban. Kejujuran mengurangi kecemasan dalam transaksi, keterbukaan membantu orang mengambil keputusan, dan amanah menjaga keberlangsungan hubungan usaha.
Karena itu, pendidikan ekonomi syariah perlu dekat dengan pengalaman sehari-hari. Masyarakat harus memahami bagaimana ajaran agama menuntun mereka saat berdagang, meminjam, berinvestasi, atau membangun kemitraan.
Prinsip saling rela atau ‘an taradhin bermakna ketika setiap pihak memahami kesepakatan yang dibuat. Mereka perlu mengetahui barang atau layanan yang diterima, biaya yang dikenakan, kewajiban yang harus dipenuhi, serta risiko yang mungkin muncul.
Akad yang panjang dan sarat istilah dapat membuat seseorang menyetujui sesuatu tanpa benar-benar memahaminya. Karena itu, kualitas pelayanan menjadi tanggung jawab penting: penjelasan harus mudah dipahami, informasi disampaikan sejak awal, dan keluhan ditangani secara adil.
Upaya menghindari riba, gharar, dan maisir membutuhkan pendidikan yang membumi. MES dapat mempertemukan ulama, akademisi, praktisi keuangan, dan pelaku usaha untuk menyusun panduan sederhana sekaligus membantu masyarakat memahami akad sebelum mengambil keputusan.
Lima Prioritas, Manfaat yang Nyata
Dalam agenda peresmian, Ketua Harian PP MES, Ferry Juliantono, menegaskan lima prioritas: peningkatan peringkat Indonesia dalam SGIE, percepatan literasi dan inklusi keuangan syariah, peningkatan kontribusi ekonomi syariah terhadap PDB, penguatan ekosistem hulu-hilir, serta pemberdayaan ekonomi masjid dan pesantren berbasis koperasi.
Prioritas tersebut perlu diterjemahkan menjadi pekerjaan yang jelas. Literasi membantu masyarakat memahami biaya dan risiko, sedangkan inklusi membuka akses terhadap layanan sesuai kebutuhan. Penguatan ekosistem mempertemukan produsen, pembiayaan, distribusi, dan pasar.
Koperasi masjid dan pesantren memerlukan pengurus yang cakap, pencatatan yang tertib, usaha yang layak, serta pertanggungjawaban kepada anggota. Semangat kebersamaan harus ditopang oleh kemampuan mengelola usaha.
Ukuran keberhasilan MES perlu tercermin dalam kehidupan warga: usaha kecil berkembang, anggota koperasi memperoleh manfaat, keluarga mendapatkan akses keuangan yang bertanggung jawab, dan pekerja menerima haknya.
Jaringan MES di daerah dan luar negeri membuka peluang untuk mengenali kebutuhan masyarakat. Ada pelaku usaha yang membutuhkan sertifikasi halal, ada pula yang memerlukan pencatatan keuangan, pembiayaan, atau pemasaran.
Program perlu berangkat dari kebutuhan tersebut. Pengurus daerah harus memiliki ruang untuk menyampaikan kebutuhan, mengembangkan inisiatif, dan memperoleh dukungan dari pusat.
Kantor baru dapat memperkuat koordinasi, pertukaran pengalaman, dan pertemuan dengan mitra. Program yang berhasil dapat dipelajari dan disesuaikan. Jaringan akan semakin kuat ketika pengetahuan, dukungan, dan kesempatan dapat bergerak antarpengurus.
Pesan tausiah UAH juga mengajak kita memikirkan penggunaan harta. Kekayaan membuka kesempatan untuk mengembangkan usaha, menciptakan pekerjaan, dan memperluas manfaat.
Zakat, infak, sedekah, dan wakaf memiliki ketentuan serta peruntukan masing-masing. Pengelolaannya harus menjaga amanah sekaligus menunjukkan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan.
Bantuan untuk kebutuhan mendesak tetap diperlukan. Penerima yang siap dapat didampingi melalui pengembangan keterampilan, penyediaan alat kerja, akses pasar, atau pengembangan usaha sesuai peruntukan dana. Modal akan lebih bermanfaat ketika penerimanya mampu mengelola usaha.
Tanggung Jawab Setelah Peresmian
Kantor baru terwujud berkat dukungan banyak pihak. Gotong royong tersebut membawa amanah agar fasilitas ini digunakan sebaik-baiknya.
Sebagai bagian dari Pengurus Pusat MES, saya melihat peresmian ini sebagai kesempatan untuk memperkuat disiplin organisasi. Setiap prioritas memerlukan penanggung jawab, sasaran, jadwal, dan ukuran manfaat. Pertemuan harus menghasilkan tindak lanjut, sementara kemitraan perlu menjawab kebutuhan.
Kita perlu memastikan setiap langkah dapat dievaluasi secara terbuka. Pengurus dan mitra harus mengetahui kemajuan, hambatan, serta perbaikan yang dibutuhkan. Dengan begitu, semangat peresmian dapat terus hidup dalam pekerjaan sehari-hari.
Pada akhirnya, rumah kolaborasi MES akan menemukan maknanya melalui usaha yang tumbuh, koperasi yang dipercaya, transaksi yang adil, dan keluarga yang semakin mandiri. Di sanalah amanah MES memperoleh wujudnya.
Eksplorasi konten lain dari Masyarakat Ekonomi Syariah
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




