Ketum MES Jawa Timur Emil Dardak Tekankan Aksi Nyata Literasi Keuangan Syariah

Ketum MES Jawa Timur Emil Dardak Tekankan Aksi Nyata Literasi Keuangan Syariah

Literasi keuangan syariah tidak cukup berhenti pada pengetahuan tentang produk dan layanan yang tersedia. Masyarakat juga perlu memahami cara memilih dan memanfaatkannya sesuai kebutuhan, baik untuk mengelola keuangan keluarga maupun mengembangkan usaha.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Umum MES Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, saat membuka Roadshow Literasi Keuangan Syariah (RLKS) Chapter Surabaya pada Kamis (15/10) di Grand Inna Tunjungan Hotel, Surabaya.

“Literasi harus tercermin dalam keputusan dan perilaku keuangan masyarakat, sehingga pemahaman tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi menjadi aksi nyata,” kata Emil.

Menurut Emil, penerapan literasi keuangan dapat dimulai dari keputusan sehari-hari. Dalam lingkup keluarga, hal ini mencakup pengelolaan anggaran, kebiasaan menabung, dan pemilihan asuransi sesuai kebutuhan. Sementara bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pemahaman tersebut dapat membantu mereka memilih pembiayaan yang sesuai serta menggunakan modal secara produktif.

“Jangan sampai masyarakat hanya tahu produknya, tetapi tidak tahu bagaimana memanfaatkannya. Literasi harus membuat masyarakat lebih cermat mengambil keputusan keuangan,” ujarnya.

Berita terkait  MES Aceh Besar Ingin Potensi Lokal Tak Berhenti Jadi Komoditas Mentah

Emil menyebut Jawa Timur memiliki modal yang cukup baik dari sisi tingkat literasi keuangan syariah. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 mencatat indeks literasi keuangan syariah Jawa Timur mencapai 43,41 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan angka nasional sebesar 43,07 persen.

Capaian tersebut, menurutnya, perlu diikuti kemampuan masyarakat dalam menilai dan menggunakan produk keuangan secara bijak. Ketersediaan layanan perlu dibarengi pemahaman mengenai manfaat, risiko, dan kesesuaiannya dengan kebutuhan masing-masing.

“Literasi keuangan syariah kita cukup tinggi. Sekarang, bagaimana kita bisa lebih bijak memilih dan memanfaatkan produk keuangan syariah sesuai kebutuhan,” kata Emil.

Ia juga menyoroti peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mengawasi pelaku usaha jasa keuangan serta memastikan produk dan layanan yang ditawarkan memenuhi ketentuan yang berlaku. Menurut Emil, aspek kepatuhan terhadap prinsip syariah perlu berjalan beriringan dengan perlindungan konsumen.

Berita terkait  MES Balikpapan Ajak Santri Melek Keuangan Syariah

“Kalau kita bicara keuangan syariah, ada dua hal. Halal dan aman. Di sinilah peran OJK untuk memastikan masyarakat mendapatkan produk keuangan yang aman,” tuturnya.

RLKS Chapter Surabaya merupakan rangkaian ketiga kegiatan literasi keuangan syariah yang diselenggarakan MES Jawa Timur sepanjang 2026, setelah sebelumnya berlangsung di Probolinggo dan Sumenep. Kegiatan ini diikuti sekitar 200 pelaku UMKM dari berbagai daerah, termasuk Surabaya, Sidoarjo, Madiun, Mojokerto, Pasuruan, Ngawi, dan Madura.

Pewarta: Muhammad Lutfi N.S.
Foto: Dokumentasi MES


Eksplorasi konten lain dari Masyarakat Ekonomi Syariah

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Related Posts
Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses