Ketua Umum Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) periode 1445–1447 H, Erick Thohir, secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Pengunduran diri tersebut disampaikan dalam Musyawarah Nasional (Munas) VII MES yang digelar di Menara Brilian, Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (11/1).
Dalam forum permusyawaratan tertinggi organisasi tersebut, Munas VII MES menerima pengunduran diri Erick Thohir sekaligus menetapkan berakhirnya masa kepengurusan Pengurus Pusat MES periode 1445–1447 H.
Erick menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh keluarga besar MES atas kepercayaan yang diberikan kepadanya selama dua periode kepengurusan.
“Amanah memimpin MES merupakan kehormatan dan kebanggaan bagi saya. Dalam periode tersebut, kami berupaya memastikan ekonomi syariah tidak hanya berkembang secara konseptual, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional,” ujar Erick.
Ia mengakui bahwa memimpin organisasi keumatan membutuhkan dedikasi dan komitmen waktu yang besar. Seiring dengan amanah baru sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick menilai dirinya tidak lagi dapat menjalankan tugas Ketua Umum MES secara optimal.
“Dengan kesadaran dan pertimbangan yang matang, saya memohon maaf kepada seluruh keluarga besar MES dan menyatakan mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum Pengurus Pusat MES. Pengunduran diri ini sekaligus menandai berakhirnya masa kepengurusan yang ada saat ini,” katanya.
Selama masa kepemimpinannya, Erick mencatat sejumlah capaian strategis MES, antara lain perolehan sertifikasi Manajemen Mutu dari World Quality Assurance (WQA), predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk laporan keuangan, keterlibatan aktif dalam pembentukan Bank Syariah Indonesia, serta peluncuran indeks saham syariah IDX MES BUMN 17 bersama Bursa Efek Indonesia.
“Capaian-capaian tersebut menunjukkan bahwa MES dikelola secara profesional dan mampu berperan aktif dalam penguatan ekosistem ekonomi syariah, baik di sektor keuangan maupun sektor riil,” ujarnya.
Menpora RI itu juga menambahkan bahwa MES terus memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah melalui ratusan kegiatan di berbagai daerah, serta memperkuat jaringan organisasi hingga terbentuk di 31 provinsi, 137 kabupaten/kota, dan 23 negara.
Meski tidak lagi menjabat secara struktural, Erick menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung pengembangan ekonomi syariah nasional.
“Apa yang telah kita bangun bersama harus dijaga dan ditingkatkan. Agenda-agenda yang sedang berjalan perlu terus diperkuat demi masa depan ekonomi syariah Indonesia,” pungkasnya.
Munas VII MES tersebut juga menetapkan Ketua Umum Pengurus Pusat MES yang baru sebagai pengganti Erick Thohir untuk melanjutkan kepemimpinan organisasi ke depan.
Pewarta : Muhammad Lutfi N.S.
Sumber foto : Dokumentasi MES
Eksplorasi konten lain dari Masyarakat Ekonomi Syariah
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



