Kesenjangan Inklusi dan Literasi Keuangan Terus Membebani, MES Indramayu Gandeng Bank Indonesia Cari Solusi

Kesenjangan Inklusi dan Literasi Keuangan Terus Membebani, MES Indramayu Gandeng Bank Indonesia Cari Solusi

Kesenjangan inklusi dan literasi keuangan yang masih signifikan menyebabkan banyak masalah di daerah, sehingga edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat perlu ditingkatkan. Merespons permasalahan tersebut, Pengurus Daerah MES Indramayu melakukan audiensi dengan Bank Indonesia Cabang Cirebon pada Rabu (15/05) bertempat di Kantor Bank Indonesia Cabang Cirebon.

Audiensi ini dihadiri oleh berbagai pihak penting, termasuk Ketua Umum PD MES Indramayu, Abdul Mu’in, Sekretaris Umum PD MES Banyumas, Casnadi, serta perwakilan dari beberapa lembaga seperti Pesantren Progresif Sliyeg, Koperasi Pemasaran Subur Makmur Sejahtera, Koperasi Usaha Berkah Sejahtera, dan Yayasan Al-Hidayah Ala Din Al-Islam.

Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Umum PD MES Indramayu, Casnadi, menyampaikan bahwa audiensi ini menghasilkan beberapa kesepakatan penting dengan Pimpinan Bank Indonesia Perwakilan Cirebon. Kesepakatan tersebut mencakup pembentukan Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Habitren), pelatihan peningkatan kapasitas (capacity building), dan business matching. Inisiatif-inisiatif ini diharapkan dapat mendorong pemberdayaan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Berita terkait  KDEKS Banten Resmikan Zona KHAS

“Selain itu, Bank Indonesia juga meminta MES untuk berperan sebagai penasihat (advisory). Hal ini memungkinkan MES memberikan masukan dan rekomendasi strategis, serta memantau dan mendampingi lembaga atau komunitas yang dibina oleh Bank Indonesia,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Casnadi menjelaskan bahwa hingga saat ini, Bank Indonesia telah membina 15 pesantren di Wilayah 3 Cirebon. Pembinaan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan literasi keuangan di kalangan pesantren, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif pada pengembangan ekonomi lokal.

“MES Indramayu siap untuk membangun dan mengembangkan pemberdayaan berbasis korporasi melalui fasilitas kelembagaan keuangan yang ada,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa hasil audiensi ini membuka peluang bagi MES Indramayu untuk menjalin kerja sama yang erat dengan Bank Indonesia. Melalui kolaborasi dan sinergi yang efektif antara kedua pihak, diharapkan dapat mengembangkan program-program pemberdayaan ekonomi dan keuangan yang bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu, inisiatif ini juga diharapkan mampu meningkatkan kapasitas kelembagaan dan komunitas di wilayah Cirebon secara keseluruhan.

Berita terkait  Qanun Lembaga Keuangan Syariah Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah Aceh

Audiensi ini menunjukkan komitmen bersama antara MES Indramayu dan Bank Indonesia dalam menghadapi tantangan inklusi dan literasi keuangan. Dengan semangat kolaboratif, berbagai program strategis diharapkan dapat segera diimplementasikan, membawa perubahan positif bagi masyarakat dan memperkuat fondasi ekonomi lokal.

Penulis : Muhammad Lutfi N.S. | Editor : Herry Aslam Wahid

Sumber foto : Dokumentasi MES

Related Posts
Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *