Bank Indonesia Gelar Peluncuran Buku Kajian Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia

Bank Indonesia Gelar Peluncuran Buku Kajian Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia

Jakarta – Dalam rangka menjaga komitmen kinerja sektor ekonomi dan keuangan syariah nasional, Bank Indonesia (BI) meluncurkan buku “Kajian Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia (KEKSI) 2023” pada Senin (29/02) bertempatkan di Gedung Bank Indonesia, Jakarta.

Acara yang juga digelar secara online melalui siarang langsung kanal resmi Youtube Bank Indonesia itu, mengangkat tema “Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah, Memperkuat Ketahanan dan Kebangkitan Ekonomi Nasional.”

Beberapa tantangan ekonomi seperti ketatnya kebijakan moneter, masalah geopolitik berkepanjangan, dan kondisi pasar tenaga kerja di sejumlah negara, mendorong Bank Indonesia menggelar acara tersebut dengan tujuan sebagai platform kolaborasi antar kementerian atau lembaga dan akademisi dalam menyampaikan tantangan, strategi, dan arah kebijakan ekonomi dan keuangan syariah kedepan.

Sejalan dengan itu, diharapkan dapat mendorong komitmen dan peran aktif masyarakat untuk mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional menuju visi Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia.

Staf Ahli Menteri Bidang Jasa Keuangan & Pasar Modal Kementerian Keuangan RI, Arief Wibisono, dalam sambutannya menceritakan, dalam satu dekade terakhir ini perekonomian nasional menghadapi tantangan eksternal yang besar. Tantangan itu ditandai dengan menurunnya kinerja ekonomi global.

Namun, Arief Wibisono bersyukur, di tengah gejolak perekonomian global tersebut, pertahanan ekonomi nasional tetap terjaga.

Berita terkait  Capai 200 Juta Donasi Melalui Konser Virtual

“Hal ini tentu dapat terwujud berkat kerjasama yang baik dan dukungan dari seluruh komponen bangsa dalam pelaksanaan berbagai program pembangunan,” terangnya.

Arief Wibisino mengatakan, fungsi APBN sebagai shock absorder berperan besar dalam meredam tekanan dan gejolak perekonomian global dalam tingginya harga komoditas. Sehingga, masyarakat terlindungi dan pemulihan ekonomi nasional terus menguat.

Menurutnya, selesainya pandemi Covid-19 tidak menjadikan tantangan ke depan semakin ringan. Hal ini disebabkan perkembangan dinamika global menciptakan kompleksitas yang menantang, seperti kenaikan tensi geopolitik menyebabkan perubahan signifikan pada arah kebijakan ekonomi negara-negara maju sehingga cenderung mengedepankan kebijakan-kebijakan yang inward looking (cara pandang ke dalam).

“Tantangan dan resiko perekonomian global merupakan dinamika yang terus terjadi di pasar keuangan global harus direspons dan dimitigasi dengan baik,” lanjut Arief.

Ia mengingatkan, transformasi ekonomi Indonesia yang sudah dilakukan harus lebih diakselerasi untuk mewujudkan struktur ekonomi yang lebih produktif, bernilai tambah tinggi, tidak bergantung pada satu sektor tertentu, serta lebih inklusif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Buku KEKSI 2023 merupakan ulasan capaian dan strategi pengembangan ekonomi syariah Indonesia sepanjang tahun 2023 serta prospek dan arah kebijakan Bank Indonesia dalam mengembangkan ekonomi syariah di tahun 2024.

Secara garis besar, buku tersebut mencatat kinerja dan prospek ekonomi keuangan syariah global bertumbuh di tengah ketidakpastian perekonomian global yang tinggi. Kondisi tersebut disebabkan karena harus menghadapi beragam tantangan di tengah otoritas negara maju yang melakukan kebijakan moneter ketat. Di lain sisi, permintaan global belum sepenuhnya pulih sebagaimana era pra-pandemi menyebabkan aktivitas bisnis global, termasuk sejumlah negara OKI, masih lemah.

Berita terkait  Bank NTB Syariah Siap Tambah Pembiayaan Mawar Emas

Pada saat yang sama, ekonomi dan keuangan syariah nasional mampu menjaga tren pemulihan yang positif setelah melakukan penguatan regulasi dan pembangunan pondasi pengembangan keuangan syariah dalam jangka panjang.

Upaya yang dilakukan dalam rangka berkontribusi mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat produsen halal terkemuka di dunia, pada tahun 2024 Bank Indonesia akan fokus pada tiga program utama pengembangan ekonomi dan keuangan syariah; pertama, pengembangan sektor unggulan Halal Value Chain (HVC); kedua, pengembangan pasar uang syariah dan; ketiga, penyelenggaraan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) di tiga wilayah Indonesia dan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang berskala internasional.

Menutup sambutannya, Arief Wibisono berharap hasil dari acara tersebut membuahkan rumusan-rumusan ide dan inovasi terbaru bagi perkembangan perekonomian syariah di Indonesia untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat perekonomian syariah terkemuka di dunia.

Penulis : Muhammad Lutfi N.S.

Related Posts
Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *