Kongres Halal Internasional 2022 Cetuskan 9 Butir Resolusi Halal Dunia

Kongres Halal Internasional 2022 Cetuskan 9 Butir Resolusi Halal Dunia

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyelenggarakan Kongres Halal Internasional (KHI) selama lima hari yaitu pada 14-18 Juni 2022 di Bangka Belitung (Babel). KHI ini secara resmi dibuka oleh Wakil Presiden RI, KH. Ma’ruf Amin.

Dalam acara tersebut Wapres Ma’ruf Amin menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar menjadi produsen produk halal secara global. Untuk itu perlu memperkuat kerja sama internasional bagi para pelaku ekonomi dan keuangan syariah.

Ketua Dewan Pembina PP MES ini memaparkan bahwa PDB Indonesia tahun 2022 mulai meningkat 25,4% dengan kontribusi tertinggi dari sektor pertanian, makanan halal, parawisata ramah muslim dan fashen muslim. Oleh karena itu, didirinya mendorong agar agenda KHI ini dapat menjadi momentum dapat bergerak cepat menjadi pusat industri halal dunia pada tahun 2024.

Selama KHI, peserta forum yang terdiri dari perwakilan 15 negara membahas mengenai industri halal mulai dari sektor makanan, fesyen, kosmetik, farmasi, hingga pariwisata halal yang akan menghasilkan Deklarasi Resolusi Halal Dunia sebagai panduan untuk mengimplementasikan pengembangan industri dan pariwisata halal.

Adapun sembilan poin penting dari Deklarasi Resolusi Halal Dunia yang dihasilkan dari Kongres Halal Internasional 2022, yaitu:

  1. Meningkatkan percepatan pengembangan Industri Halal dan Pariwisata Halal sebagai pilar penting pertumbuhan ekonomi nasional dan global pasca pandemi.
  2. Mewujudkan proses sertifikasi halal yang mudah, murah, professional, berintegritas termasuk menjunjung etika.
  3. Bersepakat untuk melakukan gerakan bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam peningkatan pembinaan, penilaian dan pengawasan terhadap kompetensi dan profesionalisme tata kelola sertifikasi halal baik di tingkat nasional dan internasional.
  4. Meningkatkan kompetensi sumberdaya manusia melalui pengembangan kurikulum berorientasi pasar Industri Halal dan Pariwisata Halal, di semua jenjang Pendidikan terutama perguruan tinggi, sebagai konstribusi nyata bidang Pendidikan mendukung Indonesia sebagai pusat halal dunia.
  5. Mendorong penguatan kolaborasi dan sinergi antar unsur supply dalam ekosistem halal yang terdiri dari partisipasi masyarakat, industri halal, commercial finance dan social finance agar diperoleh konektivitas dan dependency yang kuat untuk peningkatan nilai tambah dan akselerasi tumbuhnya produk halal yang kompetitif berorientasi pasar nasional dan ekspor.
  6. Mendorong inovasi dan tumbuhnya sektor ekonomi kreatif yang adaptif terhadap teknologi digital di setiap tahapan halal value chain untuk mempercepat dan menguatkan integrasi unsur eksositem Industri Halal dan Ekonomi Keuangan Syariah.
  7. Mendorong adanya insentif yang memadai bagi pelaku usaha industri halal termasuk UMKM serta Kawasan Industri Halal untuk merangsang pertumbuhan produk berorientasi ekspor dan pelaku industri pariwisata halal.
  8. Mendorong percepatan perkembangan Wisata Halal dengan mempertahankan inklusifitas sebagai arus utama tujuan Wisata untuk berbagai wisatawan melalui aksi strategis dan komprehensif oleh pemangku kepentingan.  
  9. Mendorong fatwa MUI sebagai rujukan standar halal global dalam rangka harmonisasi standar sehingga peningkatan pertumbuhan perdagangan produk halal dan pariwisata halal dapat terus meningkat.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis

Editor: Herry Aslam Wahid

Related Posts
Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *