Dompet Dhuafa Gelar Public Expose 2020

Jakarta – Lahirnya Dompet Dhuafa tidak terlepas dari cita-cita besar dalam rangka pemberdayaan dan kemanusiaan. Dua puluh enam tahun berkontribusi kepada negeri, Dompet Dhuafa telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pengentasan kemiskinan.

Dari kiri ke kanan: Moderator, Ekamara, Suhadi (Bank Indonesia), Edy Setiadi (Sekretaris Jenderal PP MES), Imam Rulyawan (Direk Eksekutif Dompet Dhuafa), Beni Wicaksono (BPKH)

Awal tahun ini, Dompet Dhuafa menyelenggarakan Public Expose dengan mengusung tema “Peran Lembaga Filantropi Kemanusiaan dalam mendukung Program Pengentasan kemiskinan SDGs” yang merupakan bentuk laporan tranparansi Dompet Dhuafa kepada publik secara transparan dan akuntabilitas penggunaan dana dari masyarakat yang dititipkan untuk membangun kepercayaan masyarakat.

Acara ini berlangsung di Tjikini Lima, Menteng, Jakarta (05/20) dengan menghadirkan narasumber yaitu Edy Setiadi selaku Sekretaris Jenderal PP MES, Imam Rulyawan (Dompet Dhuafa), Beni Wicaksono (Badan Pengelolaan Keuangan Haji), Suhaidi (Bank Indonesia), dan Ekamara (Penerima Beasiswa Dompet Dhuafa).

Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa, Imam  Rulyawan, mengatakan pada tahun 2019 lalu, Dompet Dhuafa telah melakukan banyak hal terkait upaya pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan.“Tahun 2019, pengentasan kemiskinan di sektor peternakan sejumlah 40 keluarga (160) jiwa, sedangkan pada sektor pertanian mencapai 50 kepala keluarga (220) jiwa, kemudian sektor industri sebanyak 15 kepala keluarga (60) jiwa, dan sektor UMKM terdapat 20 kepala keluarga (80 jiwa) telah berpenghasilan 1,5 kali UMK.”

Sementara itu, Sekretaris Jenderal MES, Edy Setiadi menyatakan bahwa dalam perjalananya Dompet Dhuafa mengajak MES berkolaborasi dalam pemberdayaan dan kemanusian, “selama ini Masyarakat Ekonomi Syariah telah berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa, salah satunya menggalang donasi untuk Palu, selanjutnya perlu diwadahi kembali agar ekonomi syariah semakin masuk ke sektor real.” Ujarnya.

Lebih lanjut, Imam Rulyawan mengatakan bahwa Dompet Dhuafa  berbeda dengan lembaga lain, dengan menitik beratkan pada istilah sustainable, sehingga nantinya Dompet Dhuafa mencapai intensifikasi program yakni terwujud secara holistik, terpadu dan menyeluruh.

Indonesia saat ini mengalami bonus demografi yang mana hampir dari 60 % merupakan generasi millenial. Millenial disini adalah para pemuda yang identik dengan teknologi digital. Dengan demikian, Dompet Dhuafa ini berharap dan mengajak millenial untuk berbagi kepada kaum dhuafa dengan memanfaatkan teknologi. “Jentikkan jari anda melalui  marketplace dan digital banking setiap satu kali transaksi atau sebulan sekali menyisihkan 10.000 untuk para dhuafa dalam satu bulan, sehingga akan ada satu juta millenial maka 10 Miliar akan terkumpul.” Pungkas Imam.


About the author: ekonomis

Leave a Reply

Your email address will not be published.Email address is required.