Keseimbangan dan keabsahan ilmu pengetahuan dapat terangkum dalam kitab-kitab turats yang diwariskan oleh para ulama. Diskursus ekonomi syariah menjadi salah satu ilmu pengetahuan yang dikaji secara mendalam oleh para ulama juga diabadikan dan diwariskan secara runut dalam kitab-kitab turats.

Sebagai bentuk kepedulian akan tradisi ilmiah tersebut, Pengurus Wilayah Khusus MES Sudan, dimotori oleh Ribut Nur Huda selaku Ketua Dewan Pakar berinisiatif menyusun nadzom ringkas terkait pengantar epistemologi ekonomi syariah yang ditelaah melalui kitab kontemporer Ushul Iqtishad Islami karya Dr. Rafiq Yunus Al-Misr.

Terkait urgensi dari inisiatif yang dilakukan MES Sudan, Ribut mengatakan bahwa ekonomi syariah atau “Iqtishad Islami” terus mewarnai dunia literatur fiqih muamalah. Terlebih dengan tantangan yang dihadapi dalam era post-truth saat ini dimana disiplin keilmuan perlu ditelaah dengan nalar epistemologis.

Dirinya menjelaskan bahwa fiqih sejatinya adalah tentang kehidupan yang dinamis dengan dibarengi karakteristik keilmuan yang juga dinamis. Dinamisasi tersebut dapat didorong melalui aspek epistemologi atau landasan berfikir keilmuan yang dikenal dengan “Ushul Iqtishad Islami“.

Menurutnya, hingga abad 20 M, istilah ini masih sangat asing di telinga masyarakat, sehingga ilmuwan ekonomi syariah kenamaan asal Suriah bernama Dr. Rafiq Yunus Al-Mishri pada tahun 1989 M menulis kitab berjudul Ushul Iqtishad Islami (metodologi ekonomi syariah) untuk mengisi kekosongan literatur tersebut.

Oleh karena itu, Ribut mengatakan bahwa tradisi kitab turats atau (kitab kuning) yang telah diwariskan tersebut perlu dikontekstualisasikan, termasuk dalam hal cara pemaparannya melalui bait-bait nadzam berbahasa Arab seperti yang umum dikaji dan dihafal di pondok pesantren Indonesia bahkan di Timur Tengah.

Sebagai sarana untuk memahami secara mendalam pandangan dan metode penulisan kitab secara deduksi serta induksi terkait Ushul Iqtishad Islami. Pengurus Wilayah Khusus MES Sudan juga telah menghadirkan program kajian dengan kitab yang sama dan telah dimulai sejak 16 Oktober 2021 lalu.

Penulis: Muhamad Iqbal haqiqi Maramis

Editor: Herry Aslam Wahid


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *