Populasi muslim dunia yang mencapai lebih dari 1,8 milyar jiwa dengan pengeluaran konsumsi kurang lebih $2,02 trilliun pada tahun 2020, dipastikan dapat menjadi pasar yang besar bagi produk-produk halal Indonesia. Sebagai salah satu inisiatif dalam rangka mengoptimalkan peluang ekspor dan kerja sama perdagangan produk halal Indonesia menuju pasar global, Bank Indonesia bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) kembali menyelenggarakan International Islamic Economic Topical Conference and Talk (InterContinenTalk) edisi kedua sebagai bagian dari rangkaian agenda Road to Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2021. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 16 September 2021 dengan mengangkat tema “Menggali dan Mengoptimalkan Peluang Ekspor Produk Halal Indonesia di Pasar Global”.

Pada pelaksanaanya, InterContinenTalk dibuka dengan sambutan oleh Ketua IV Pengurus Pusat (PP) MES; Friderica Widyasari Dewi dan pidato kunci oleh Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia; Prijono yang juga merupakan Anggota Dewan Pakar PP MES. Friderica dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam masterplan ekonomi syariah Indonesia tahun 2019,  Indonesia telah mencanangkan diri sebagai pusat ekonomi syariah dunia dengan memaksimalkan potensi dari industri halal.

Dirinya menegaskan untuk mencapai target tersebut diperlukan berbagai langkah kongkrit dan sinergi yang berkesinambungan dengan negara-negara lainnya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan linkage antara penawaran dan permintaan atas produk dan jasa yang dihasilkan di dalam negeri.

 “Data dari State of The Global Islamic Economy Report 2020-2021 menyebutkan bahwa Indonesia menduduki posisi empat. Namun sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, capaian ini tentu belum sesuai harapan dan masih bisa dimaksimalkan, terutama pada sektor makanan halal dan pariwisata halal”, ujar sosok yang akrab disapa kiki ini.

Friderica menambahkan bahwa kegiatan IntercontinenTalk menjadi inisiatif bersama antara MES dan Bank Indonesia untuk meningkatkan wawasan seputar ekspor halal dan ekonomi syariah global; mengoptimalkan peluang linkage akses pasar global bagi para pelaku usaha syariah; meningkatkan sinergi dan kolaborasi dengan perwakilan MES di luar negeri; menguatkan peran MES di dunia internasional dan menggali potensi ekonomi syariah di potensi ekonomi syariah di negara setempat. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi potensi kolaborasi di bidang pemasaran dan distribusi produk halal dalam rangka menjadikan Indonesia sebagai hub industri halal global.

Sementara itu Prijono dalam keynote speech-nya menekankan pentingnya kolaborasi bersama untuk memanfaatkan peluang industri halal global dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi Indonesia pasca pandemi. “Kita perlu ikhtiar bersama untuk memanfaatkan peluang pasar internasional untuk menjadikan produk halal dalam negeri sebagai pendorong pemulihan ekonomi nasional”, ujar prijono.

Lebih lanjut Prijono menjelaskan bahwa ekspor berperan penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Mengutip dari data Badan Pusat Statistik, Prijono menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 7 persen disokong oleh komponen ekspor produk dan jasa dalam negeri.

Rangkaian acara InterContinenTalk dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh lima pembicara yaitu Ketua Umum MES Mesir; Tubagus Manshur yang juga sebagai Ketua Umum Asosiasi Fasilitator Ekspor Indonesia Mesir, Ketua Umum MES Arab Saudi; Endang Jumali yang merupakan Konsultan Urusan Haji KJRI Jeddah, Ketua Umum MES Singapura; Mohammed Khair yang juga sebagai CEO SuChi Success Initiatives Pte Ltd, Ketua Umum MES Aljazair; Zainal Mahdi, dan Kepala Indanesian Trade Promotion Center (ITPC) Busan; Reandhy Putera Dharmawan, serta dipandu oleh anggota Komite Pengembangan Kawasan Industri Halal PP MES; Dripa Sjabana.

Pada sesi tersebut, setiap pembicara memberikan gambaran mengenai peluang dan tantangan dalam mengoptimalkan berbagai potensi ekspor produk-produk halal yang memiliki nilai ekonomis dan permintaan tinggi di negara-negara terkait.

InterContinenTalk secara umum merupakan webinar internasional dengan format diskusi panel secara interaktif antara peserta dan para pembicara. Dalam InterContinenTalk kali ini lebih dari 250 peserta hadir yang terdiri dari eksportir dalam negeri, importir global, pelaku usaha syariah, serta pegiat ekonomi syariah, baik di dalam maupun luar negeri.

Sebagai tindaklanjut untuk mengelaborasi dan mensinkronisasi antara penawaran dan permintaan ekspor produk halal dalalm negeri, kegiatan ini akan dilanjutkan dengan one on one meeting dengan perwakilan MES dan diaspora Indonesia di luar negeri. Penyelenggaraan kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk mengoptimalkan peluang ekspor produk halal dalam negeri melalui business linkage and matchmaking yang sinergis antara ketersediaan jasa dan produk halal Indonesia dengan permintaan dari luar negeri. 


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *