Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) kembali memperluas jaringannya di luar negeri, kali ini resmi terbentuk Pengurus Wilayah Khusus (PWK) MES di Tiongkok untuk mengembangkan dan menjalin kerja sama perdagangan syariah. Rapat pembentukan dilakukan pada Sabtu, 05 Agustus 2021 secara virtual.

Hadir dalam rapat tersebut Pengurus Pusat MES yang diwakili oleh Ketua Komite Hubungan dan Kerja sama Internasional; Ronald Rulindo, jajaran Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Merangkap Mongolia, serta sejumlah organisasi diaspora Indonesia yang ada di Tiongkok.

Wakil Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk RRT Merangkap Mongolia; Dino R Kusnadi yang hadir dalam kesempatan tersebut menyatakan pihaknya mendukung penuh pendirian PWK MES Tiongkok. Dirinya mengatakan, berdirinya MES Tiongkok bisa menjadi jembatan antara Indonesia dengan Tiongkok dalam merealisasikan kerja sama di sektor ekonomi syariah.

Menurutnya hubungan Indonesia dengan Tiongkok yang telah terjalin sejak 2005 telah meningkat dari yang awalnya kemitraan strategis menjadi kemitraan strategis komprehensif yang dapat dimaksimalkan oleh MES untuk mengalaborasikan berbagai program ekonomi syariah melalui jalinan bilateral yang berkelanjutan.

Dino menambahkan bahwa secara kolektif, negara-negara ASEAN merupakan mitra dagang utama Tiongkok. Namun kerja sama perdagangan Indonesia baru berada di ranking ke-4 di antara negara-negara ASEAN lainnya yaitu Vietnam, Thailand, dan Malaysia. Oleh karena itu nilai perdagangan Indonesia bisa lebih didorong melalui penguatan kerja sama di bidang ekonomi syariah.

Dalam kesempatan yang sama, Ronald Rulindo menyampaikan bahwa tujuan MES adalah untuk mendorong kesejahteraan yang lebih besar bagi masyarakat Indonesia dengan ekonomi syariah. Implemenasi system ekonomi syariah secara global menjadi penting sebagai alternatif dari dua pemahaman ekonomi dunia, yaitu ekonomi kapitalis dan sosialis.

Sementara itu, Ketua tim Inisiator MES Tiongkok; Budy Sugandi mengatakan bahwa Tiongkok diketahui mendominasi pasar ekspor busana syariah, dan peralatan lain yang dibutuhkan umat muslim dunia. Kemitraan Indonesia dan Tiongkok merupakan langkah strategis dan komprehensif untuk memaksimalkan potensi dari perdagangan syariah.

Terbentuknya MES di negeri tirai bambu ini akan menjadikan jumlah kepengurusan MES di luar negeri bertambah menjadi 16 negara. Hal tersebut diharapkan dapat berdampak pada kontribusi MES terhadap pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di kancah internasional.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *