Pasca menggelar sosialisasi dan pelatihan terkait aplikasi manajemen masjid Zaydi kepada takmir-takmir masjid di Kota Semarang, MES Jateng melanjutkan upaya penguatan ekonomi berbasis masjid dengan kembali melakukan sosialisasi secara masif tentang konsep program aliansi bisnis syariah berbasis masjid pada Minggu 02 Mei 2021 di enam masjid yang ada di Kota Semarang.

Dalam rangka untuk terus memperluas penerapan konsep manajemen bisnis berbasis masjid, maka dipilih kembali 6 (enam) masjid yaitu, Masjid At-taufiq Banyumanik, Masjid At-thakis Banyumanik, Masjid Al-muhajirin Pendurungan, Masjid Nidaul Khoirot Gayamsari, Masjid Jami’ BSB jatisari, serta Masjid Al-azhar Ngaliyan. Ke-enam masjid tersebut akan mengikuti sejumlah rangkai dari program aliansi bisnis syariah berbasis masjid yang meliputi kegiatan sosialisasi sebagai pengenalan awal, dilanjutkan dengan pelatihan aplikasi zaydi, serta diakhiri dengan Bimtek lapangan kepada takmir yang berasal dari 6 (enam) masjid yang telah dipilih.

Sekretaris Umum PW MES Jateng, Agung Yulianto menjelaskan jika kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para pengelola dan takmir masjid agar mampu memanfaatkan aplikasi zaydi serta mengarahkan masjid menjadi pusat bisnis syariah. Pihaknya menilai jika fungsi masjid harus diperluas agar mampu mambawa dampak ekonomi di lingkungan masyarakat.

Agung berharap, pelaksanaan sosialisasi ini bisa memicu semangat para pengelola dan takmir masjid untuk terus memakmurkan masjid, tidak hanya di sisi ibadah yang berisifat ritual, namun juga merambah sisi muamalah yaitu sektor bisnis syariah.

Selain melakukan sosialisasi, kegiatan ini juga dirangkai dengan penyerahan sedekah Alquran dari Ketua Umum PW MES Jateng, Hasan Toha.

Kategori: Berita MES

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *