Pemuda Muslim Sebagai Lokomotif Kemandirian Ekonomi Ummat

Sumber : mediamu.id

Berangkat dari kesadaran aktivis Islam yang acap kali mengkritisi tentang bagaimana kebijakan sosial politik berjalan seirama di kehidupan masyarakat. Segenap organisasi kepemudaan Islam juga berinisiatif menarik fokus lain yang memiliki segmentasi penting dan bersinggungan dengan kehidupan masyarakat. Aspek tersebut adalah sektor ekonomi mandiri dan berdaulat. Penjabaran mengenai kedua aspek tersebut kemudian dipaparkan oleh Firman Rizal selaku ketua koordinator Rabu Hijrah dalam wawancara pada Kamis 30/4.

“kita ini selalu berjuang atau kemudian berbicara tentang sosial politik tetapi berbicara tentang ekonomi kita tidak berdaulat, hal-hal yang mendasari ini menjadi sebuah kesadaran kolektif bahwa tingkat kemandirian ekonomi di kalangan pemuda Islam masih jauh dari kata mandiri.” jelas Firman

Firman juga menekankan bahwa landasan kemandirian ekonomi ummat sebagai fokus oleh pemuda Islam adalah keputusan yang benar dan tepat sasaran berdasarkan pertimbangan temuan data yang didapatkan di lapangan.

“Dan ini terbukti pada forum FGD dengan Kemenpora, dalam forum tersebut disampaikan bahwa kurang lebih 60% anak millennial mayoritas pengangguran dan secara identitias ideologi adalah Islam.”  ujarnya

Lebih lanjut, Firman menjelaskan titik awal kebangkitan semangat pemuda Islam dalam memperjuangkan kemandirian ekonomi ummat ini diperoleh dari pertemuan Muktamar Pemuda Islam (MPI) tahun 2019 yang diikuti oleh beberapa aktivis pemuda Islam Indonesia.

“Alhamdulillah Mukatamar yang dikuti oleh 22 organisasi pemuda, mahasiswa dan pelajar Islam ini menghasilkan kesepakatan bersama mengenai tema besar yang akan menjadi landasan pergerakan Rabu Hijrah yakni kebangkitan ekonomi ummat.” ujarnya

Dalam perjalanan awal yang dilakukan oleh gerakan pemuda islam ini, Firman mendapatkan sambutan baik dari kalangan pemerintah yaitu Wapres Jusuf kalla.

“Ternyata ketika kita jadwalkan pertemuan dengan bapak Jusuf Kalla sewaktu menjadi Wapres, beliau mengapresiasi dan sepakat dengan kondisi realita di tengah masyarakat yang menyebutkan bahwa saat ini presentase 81% ummat muslim memiliki potensi yang sangat luar biasa jika secara ekonomi  mereka dikategorikana mapan.” imbuhnya

Selain menggagas MPI, aktivis pemuda Islam juga menggelar roadshow dengan mengajak para tokoh yang memiliki sentimen yang sama terhadap persolan kebangkitan ekonomi ummat. Adapun tujuan roadshow tersebut adalah untuk mendorong ummat untuk bangkit dari sisi ekonomi.

“Pasca MPI kita menggarap roadshow Rabu Hijrah yang fokus pada tema kebangkitan ekonomi ummat dengan mengajak para tokoh berperngaruh seperti Muhammad Lutfi yang pernah menjabat sebagai menteri perdagangan pada masa Presiden SBY dan Yenny Wahid sebagai tokoh perempuan yang juga berpengaruh.” ungkapnya

Firman juga mengungkapkan alasan menggaungkan roadshow Rabu Hijrah adalah keinginan untuk mengajak seluruh pengusaha muslim bersinergi dan berkolaborasi menciptakan ekonomi secara mandiri.

“Kita koordinasi dengan HIPMI, perkumpulan dan pengusaha yang konsen pada ekonomi ummat, kita ingin ajak sebesar-besarnya kelompok agar gerakan ini menjadi besar dan agar apa yang dicita-citakan itu bisa terealisasi.” paparnya

Adapun gerakan Rabu Hijrah ini merupakan suatu wadah yang mendorong para millennials untuk memasuki dunia usaha serta sebagai tempat bertemunya para pemangku kepentingan yang nantinya dapat memberikan pendampingan pada proses implementasinya.

“sebenarnya ada 3 hal yang kita lakukan yaitu memacu para millennials untuk berdaulat secara ekonomi, yang kedua adalah kita mendorong support dari pemerintah dan stakeholder yang kemudian mereka positif terhadap kebangkitan ummat dan ketiga adalah kolaborasi yang mendorong kepada pendampingan bagi masyarakat.” Jelas Firman

Sementara itu, filosofi pemilihan nama Rabu Hijrah ini merupakan keinginan terhadap suatu momen dan perubahan kearah yang lebih baik. mengingat definisi rabu adalah sebuah penanda waktu dan hijrah adalah definisi dari proses perubahan menuju suatu hal yang mengarah pada kebaikan.

“Rabu adalah hari dan waktu itu sangat berarti untuk menjadi pengingat, ada momentum atau ada topik yang selalu kita angkat dan gaungkan, sedangkan hijrah secara umum itu seperti yang belum berhijab beralih menggunakan hijab dan yang kemudian kita maksud adalah sisi ekonomi yang kita ingin sentuh menuju arah yang lebih baik.” pungkasnya

Tahun ini Rabu Hijrah diselenggarakan di bulan Ramadhan dengan menyajikan talkshow yang mana menghadirkan beberapa publik figur dan mengangkat tema besar isu ekonomi ummat secara bergantian dan berkesinambungan yang disiarkan secara langsung melalui Zoom Meeting dan channel youtube Rabu Hijrah.

About the author: ekonomis

Leave a Reply

Your email address will not be published.Email address is required.