Seminar Virtual Elsya MES Goes to Campus UPI

Tayang perdana di bulan Ramadhan, program Elsya (E-learning) ekonomi syariah goes to campus bersama UPI disiarkan secara langsung melalui youtube channel MES dan via aplikasi Zoom meeting pada Selasa (19/5). Seminar online yang berlangsung selama hampir 2 jam ini mengusung tema “Microfinance Syariah di Tengah Pandemi.”

Acara yang diselenggarkan oleh Elsya MES bertujuan untuk memberikan edukasi terkait isu ekonomi dan keuangan syariah sekaligus ajang silaturahmi ke berbagai universitas di Indonesia. Hadir sebagai narasumber yaitu Euis Amalia, A. Jajang W. Mahri, dan Aas Nurasyiah yang diikuti kurang lebih 300 peserta online, terdiri dari masyarakat umum, mahasiswa dan akademisi.

Ketua Prodi dan Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam UPI, A. Jajang W. Mahri menjelaskan bahwa topik yang diusung merupakan isu ekonomi syariah yang menarik dan relevan dengan situasi microfinance syariah pada situasi Covid-19”

“Topiknya sangat menarik dan sesuai dengan musibah yang saat ini dialami, seperti yang diketahui bahwa sebagian besar masyarakat berprofesi di usaha sektor kecil. Lebih dari 90% masyarakat bekerja di sektor informal dan mereka sangat terpukul dengan kondisi akibat wabah Covid-19.” Jelas Jajang

Lebih lanjut, Jajang mengungkapkan selain sektor informal, lembaga microfinance syariah juga mengalami pukulan yang mendalam akibat Covid-19.

“Saat ini sektor kecil tidak bisa beraktivitas secara luas dan berpengaruh terhadap pendapatan mereka. Karena akses terhadap keuangan sangat terbatas maka sebagian besar mereka akan meminta bantuan kepada lembaga keuangan mikro khususnya mikro syariah. Namun dampak covid ini juga berdampak pada likuiditas di setiap lembaga keuangan mikro syariah.” imbuhnya

Selain membahas isu ekonomi dan keuangan syariah, di sela-sela diskusi berlangsung PP MES, Euis Amalia mengajak para peserta untuk melakukan pembelajaran menggunakan sistem daring dalam pemilihan pembelajaran seperti dengan menggunakan Elsya MES.

“Jauh sebelum terjadinya Covid-19, MES sudah memiliki satu model jarak jauh yaitu e-learning ekonomi syariah. mari kita bergabung dengan e-learning ekonomi syariah untuk bersama-sama mengembangkan pembelajaran yang tidak terbatasi jarak dan waktu” paparnya

Selain memberikan pengenalan mengenai pembelajaran berbasis daring, wanita yang juga saat ini menjadi guru besar UIN Jakarta menawarkan alternatif sumber pendanaan untuk keuangan mikro syariah.

“Sumber pendanaan harus berubah tidak bisa hanya mengandalkan anggota untuk koperasi atau dana pihak ketiga untuk modal ventura, tetapi juga ada akses lain dari pemerintah seperti LPDB, dana bergulir, Kredit Usaha Rakyat (KUR), Crowdfunding melalui fintech, dan Bank Wakaf” pungkasnya

Di akhir diskusi, Ketua lab Perbankan Syariah UPI, Aas Nurasyiah menekankan perbedaan keuangan mikro konvensional dan mikro syariah.

“bahwa di dalam keuangan mikro syariah agama menjadi terintegrasi dalam bentuk perilaku, etika dan sosial, contoh ada model keuangan syariah yang di Bandung itu dalam waktu satu minggu sekali pendampingnya mendatangi para pelaku pembiayaan untuk pendampingan secara spiritual, hal ini yang menjadi berbeda dengan konvensional.” Jelas Nurasyiah

About the author: ekonomis

Leave a Reply

Your email address will not be published.Email address is required.