MES Cianjur Kaji Industri Digital Berbasis Syariah

Cianjur – Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah pandangan masyarakat dan menciptakan laju pertumbuhan baru. Inovasi teknologi yang kian menuntut perputaran informasi semakin cepat, menyebabkan adanya pengaruh pada struktur ekonomi nasional maupun global.

Dinamika tersebut mendorong MES Cianjur bergerak memanfaatkan era revolusi digital dalam meyakinkan masyarakat untuk mensosialiasikan dan memberi edukasi kepada khalayak, bahwa ekonomi syariah sangat adaptable dengan arus ekonomi digital yang sudah menjadi tren global.

Demikian yang menjadi tujuan MES Cianjur menyelenggarakan seminar nasional yang bertajuk “Harmonisasi Ekonomi Syariah Dengan Ekonomi Digital.” Dengan menghadirkan narasumber Pengurus Pusat MES, Muhammad Muflih, Ketua BAZNAS Kab Cianjur Jawa Barat, Yosep Umar, Perwakilan Tokopedia, Helmi Mubarok.

Wakil Gubernur Jawa Barat

Seminar yang berlangsung di Universitas Suryakancana ini merupakan kerja sama MES PD Kabupaten Cianjur Jawa Barat dan FEBI Universitas Suryakancana. Acara Diikuti 300 peserta, terdiri dari dosen, mahasiswa, pelaku usaha, pengurus ORMAS, MUI, kementerian agama, komisioner BAZNAS, pejabat Pemerintah Daerah, dll.

Pengurus MES, Herlan menjelaskan bahwa “ekonomi digital sedang mewabah, setidaknya ada enam sektor pasar muslim yg sudah dirasuki ekonomi digital yaitu keuangan syariah, pendidikan, makanan, fashion, pariwisata, dan farmasi-kosmetik.”

Lebih lanjut, Jumlah pendudukan muslim dunia mencapai seperempatnya dari penduduk dunia, itu menjadi konsumen strategis dan pasar potensial, menurut Thomson Reuters, nilai transaksi dari pasar muslim tersebut tahun 2020 bisa mencapai 4.016 Triliun.

Disisi lain, Wakil Gubernur Jawa Barat mengungkapkan, “Isu ekonomi syariah dan ekonomi digital sangat relevan dengan visi dan misi provinsi Jawa Barat.”

Peserta Seminar Nasional

Adapun materi yang disampaikan pada seminar tersebut mencakup overview ekonomi syariah dan ekonomi digital di Indonesia, digitalisasi pengelolaan zakat sebagai instrumen utama fiskal Islam, dan peran marketplace dalam mendukung pertumbuhan bisnis syariah.

Herlan berharap “Instrumen ekonomi digital dapat menjadi akselerator pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia, sinergitas tokopedia dengan BAZNAS dalam pengelolaan zakat, meningkatnya literasi ekonomi dan keuangan syariah masyarakat.”  

About the author: ekonomis

Leave a Reply

Your email address will not be published.Email address is required.