Transformasi Bisnis Digital, Lembaga Keuangan Syariah Bersiap Hadapi Krisis

Kondisi ekonomi makro yang tidak pasti akibat pandemi covid-19 membawa kekhawatiran tersendiri bagi beberapa negara, termasuk Indonesia. Potret situasi pertumbuhan ekonomi dunia sampai dengan kuartal II tahun 2020 menurut data Bloomberg dan Trading Economics menjelaskan bahwa seluruh negara tengah mengalami kontraksi yang dapat berakibat kepada resesi. Kecenderungan pertumbuhan ekonomi yang terus menurun tentu memicu gejolak beberapa sektor industri, tidak terkecuali keuangan syariah.

Isu ini menjadi topik diskusi menarik yang diangkat dalam program Elsya MES goes to Campus diselenggarakan kerja sama dengan Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia yang didukung oleh Bank BNI Syariah pada Rabu, 30 September 2020 dengan tema Peran Lembaga Keuangan Syariah dalam Mendukung Stabilitas Keuangan di tengah Ancaman Resesi. Webinar yang dihadiri 300 peserta ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Peneliti dan Pengajar PSKWTTI SKSG UI, Mohamad Soleh Nur zaman dan Direktur Kepatuhan dan Risiko BNI Syariah, Tribuana Tunggadewi. Turut hadir menyampaikan sambutan Direktur Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia, Athor Subroto, Ketua II PP MES Friderica Widyasari Dewi.

Mohamad Soleh Nurzaman menjelaskan performa positif kinerja keuangan syariah menurut statistik OJK tahun 2020. Data merinci per April hingga Juni 2020 market share keuangan syariah di semester pertama meningkat sebesar 0,11 persen yang berarti tercatat pertumbuhan pangsa pasar sebesar 6,18 persen. Ia menambahkan, presentase data secara temporer ini akan menjadi tantangan kondisi keuangan syariah di kuartal selanjutnya dimana dalam hal ini akan dipengaruhi oleh lonjakan ekonomi terdampak krisis akibat pandemi covid-19.

Lanjut, Nurzaman mengungkapan faktor penahan resesi keuangan syariah saat ini terdapat pada kontribusi sektor keuangan sosial seperti zakat. Adapun instrumen lain yang menurutnya juga memberikan pengaruh positif saat ini adalah sektor pasar modal berupa sukuk yang salah satu inovasinya berupa Cash Wakaf Link Sukuk dan Green Sukuk.

Senada dengan Nurzaman, Tribuana Tunggadewi memaparkan bahwa market share perbankan syariah tercatat stabil diatas 6 persen. Meskipun demikian, lembaga keuangan syariah dinilai perlu berinovasi untuk menghadapi krisis ekonomi. Ia menekankan perbankan syariah harus beradaptasi dengan teknologi digital. Ia juga menceritakan bahwa BNI Syariah saat ini tengah bersiap menuju era teknologi digital. Di antara produk yang tengah menjadi fokus antara lain kartu pembiayaan berbasis uang elektronik, mobile banking, dan pelayanan pengembangan sektor rill seperti BNI KUR dan Laku Pandai.

Transformasi Bisnis Digital, Lembaga Keuangan Syariah Bersiap Hadapi Krisis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas