Buka Link Kolaborasi, MES Katalisator Ekonomi dan Keuangan Syariah

Sumber : elitemarketer.id

Jakarta – Selama hampir dua dekade, MES telah berkomitmen menjadi asosiasi yang konsen terhadap pertumbuhan arus ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Hal tersebut selaras dengan cita-cita pemerintah setelah diluncurkannya master plan syariah 2019-2024. Sebagai upaya mewujudkan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia, tentu diperlukan kolaborasi dan sinergisitas di antara para pemangku kepentingan bersama. Untuk itu, dalam realitanya MES dan organisasi seperti Bukalapak dan Link Aja Syariah telah menyelenggarakan webinar dengan tema Potensi Marketplace Syariah di Indonesia.

Head of Syariah Group Widjayanto Djaenuddin mengungkapkan adanya persamaan orientasi dalam mengembangkan sistem ekonomi syariah di Indonesia bersama dengan MES.

“Kita melihat MES ini organisasi terbesar di Indonesia yang fokus kepada pengembangan ekonomi syariah, ada kecocokan dengan layanan Link Aja Syariah yang sedang kami kembangkan oleh karena itu kita gandeng untuk sama-sama menggalakkan ekonomi syariah ke depan.”

Lebih lanjut, Widjayanto juga menjelaskan latar belakang diselenggarakannya program webinar bersama MES dan Bukalapak pada Rabu (13/5) dengan tema potensi marketplace syariah di Indonesia.

“Temanya cukup relevan dengan kondisi sekarang, karena dalam masa pandemi covid 19 orang itu susah untuk keluar rumah dan bertransaksi secara langsung. Kami melihat marketplace ini jalan keluar untuk masyarakat bisa bertransaksi. Adanya perubahan kebiasaan dari sisi transaksi yang tidak bisa secara langsung menyebabkan transaksi digital mengalami peningkatan.”

Selain menawarkan kenyaman bertransaksi menggunakan teknologi digital, pihaknya menekankan bahwa kondisi saat ini merupakan waktu  yang tepat untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bertransaksi dengan menerapkan sistem pelayanan syariah.

“Sebetulnya market Indonesia cukup ready, total pengeluaran belanja oleh masyarakat muslim itu kuat, kemudian ummat Islam populasinya besar dan Indonesia merupakan negara yang dermawan di dunia. Adapun dari sisi melek teknologi  sekaligus dari sisi kepemilikan mobile phone dan internet user cukup tinggi. Jadi jika berbicara kesiapan dari  marketplace itu memang target segmennya sudah cocok.”

Menurut Widjayanto, pergeseran tradisi belanja offline ini menjadi fokus Link Aja Syariah dalam memberikan kenyamanan kepada masyarakat melalui layanan e-wallet syariah.

“Semoga teman-teman yang sudah punya konsen syariah yang ingin bertransaksi secara nyaman dan berkah itu punya alternatif solusi dengan adanya layanan keuangan serta e-commerce syariah. Kita berkomiten mengembangkan layanan keuangan syariah karena total pengeluaran muslim di Indonesia mencapai 244 Miliar US dollar dan kemudian kita belum menemukan uang elektronik syariah selain link aja yang telah memiliki sertifikasi uang elektronik syariah oleh DSN-MUI. Hal tersebut juga didorong dengan harapan pemerintah Indonesia yang tertulis dalam masterplan ekonomi syariah.

Sementara itu, silaturrahim dan persamaan frekuensi juga menjadi titik temu CEO Rachmat Kaimuddin melakukan kolaborasi bersama MES dan Link Aja Syariah.

“Kita tahu MES sebagai organisasi yang menjadi pendorong ekonomi syariah, kebetulan kami marketplace dari Indonesia asli. Jadi, sebagai perusahaan Indonesia tentunya mayoritas pelanggan kita muslim. Selain itu kita bermaksud silaturrahmi, kita lihat ini sebagai dua pihak yang bisa bersinergi dan punya niat yang sama yang punya tujuan bersinggungan. Jadi melakukan kolaborasi dengan MES dan Link Aja Syariah untuk mengangkat tema potensi marketplace syariah di Indonesia.

Rachmat menambahkan, program ini memberikan wawasan baru untuk masyarakat dalam mengetahui kinerja dari Bukalapak yang telah menerapkan kaidah jual beli sesuai dengan sistem syariah .

Kami ingin menceritakan kinerja Bukalapak sebagaimana tadi yang diajarkan oleh Rasulullah dalam melakukan perdagangan.  Kalau kita sebut marketplace itu ibaratnya adalah tempat bertransaksi antara kedua belah pihak dengan akad. Sebenanya bagaimana nilai-nilai berdagang secara islami dan bagaimana cara kami mencoba untuk mengimplementasikan itu, Karena kami ingin pengguna kami yang mayoritas muslim ini merasakan kenyamanan dalam transaksi.

Tujuan webinar ini merupakan momentum refleksi membangun ekosistem perdagangan secara melek digital dan berprinsip dengan pedoman syariah.

“Bahwa transaksi perdagangan secara syariah itu bisa dilakukan secara online, makin banyak yang faham dengan halal seperti itu tentunya kami berharap para millennials mendapat ilmu untuk bisa berdagang di marketplace secara syariah dan beretika. Karena dengan etika dan adanya peraturan bisnis maka kepercayaan itu timbul sehingga transaksi akan lebih lancar dan efisien.

Rachmat mengatakan bahwa marketplace ini akan menggarap inovasi secara terus menerus untuk mewujudkan ekosistem marketplace syariah khususnya di kancah global.

“Kedepan yang bukalapak kembangkan adalah barang-barang yang dilarang oleh pemerintah kita selalu monitor dan kita juga coba kembangkan fitur untuk bagaimana cara lebih jelas lagi label di barang-barang yang tidak diperbolehkan oleh ketentuan yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam.”

Bahkan keseriusan Bukalapak dalam mengembangkan potensi ekonomi syariah tidak hanya pada perbedaan barang halal dan haram, hal tersebut diungkapkan lebih lanjut oleh Rachmat.

“Kami juga sedang mengajak organisasi Islam yang juga memiliki lapak yang kita tahu pasti ketentuan barangnya adalah halal. Jadi harapan kita bisa membantu masyarakat Islam lebih nyaman untuk berbelanja dan kita sedang diskusi terkait pembiayaan syariah, bagaimana caranya bank syariah bisa membantu lapak kita memberikan permodalan untuk pelaku usaha kita.”

Adapun tantangan yang bersifat kompleks untuk bisa disempurnakan dari hulu ke hilir adalah literasi kepada masyarakat mengenai sikap atau etika dalam memulai bisnis secara daring.

Sekarang banyak orang yang butuh belanja secara langsung bergeser memilih pembelian secara online, memang itu menjadi potensi yang mana saat ini kita ingin mengajak masyarakat untuk dagang secara online, tentu tantangannya secara umum adalah kita jadi lebih banyak melakukan edukasi terkait transaksi secara aman di marketplace dan ibaratnya gak takut gharar. Bahwa bertransaksi secara online pun bisa saja sesuai dengan akad syariah.

Buka Link Kolaborasi, MES Katalisator Ekonomi dan Keuangan Syariah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas