Dorong Pengembangan UMKM Melalui Pengemasan Produk, MES Magelang Adakan Coaching Clinic

Dorong Pengembangan UMKM Melalui Pengemasan Produk, MES Magelang Adakan Coaching Clinic

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan penting dalam perekonomian lokal dan nasional. Namun, untuk bertahan dan berkembang di pasar yang semakin kompetitif, UMKM memerlukan bimbingan dan pelatihan mendalam, terutama dalam pengemasan produk yang menarik dan berkualitas.

Mengingat pentingnya hal tersebut, Pengurus Daerah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Magelang Raya bekerja sama dengan Ikatan Sarjana NU (ISNU), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta HMPS ES STAI Syubbanul Wathon mengadakan Coaching Clinic dan Business Day pada Selasa (25/06) bertempat di Gedung STAI Syubbanul Wathon, Magelang.

Kegiatan yang diikuti oleh 50 UMKM NU tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan UMKM dalam merancang, memproduksi, dan menggunakan kemasan produk yang efektif serta mengedukasi UMKM tentang pentingnya kemasan dalam branding dan pemasaran produk.

Berita terkait  Principal meluncurkan Principal Haji Muda—program investasi reksa dana Syariah pertama di Indonesia untuk perencanaan ibadah Haji

Bendahara Umum Pengurus Daerah MES Magelang, Yeny Fitriyani, Kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan pendampingan dalam pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT), dan Sertifikat Halal Self Declare.

“Setelah pendampingan legalitas selesai, kami mengadakan pelatihan pengemasan bekerja sama dengan BRIN dan ISNU untuk pelatihan pemasaran melalui media dan pemasaran langsung melalui Nu Mart yang tersebar di Magelang, serta memberikan informasi mengenai link hibah untuk kemajuan UMKM,” tambahnya.

Bekerja sama dengan beberapa lembaga, KaProdi Ekonomi Syariah STAI Syubbanul Wathon Magelang tersebut menyatakan bahwa BRIN menunjukkan antusiasme tinggi terhadap produk UKM NU dan Mahasantri yang tidak hanya terbatas pada produk kuliner namun juga produk lainnya.

“Seperti produk briket yang diolah dari bahan dasar batang singkong dan batok kelapa. Atau Paving block dari limbah plastik pondok pesantren API Tegalrejo, dan Magot atau cacing (pakan burung) yang dapat dikembang biakkan dengan memanfaatkan limbah sayur dan buah (limbah organik) dari pondok pesantren, sehingga diharapkan dapat menjadi solusi bagi permasalahan sampah di Magelang” jelasnya.

Berita terkait  Mitigasi Dampak Buruk Pinjol Ilegal, MES Banyumas Lakukan Langkah Preventif

Ia berharap pendampingan ini dapat dilakukan dari hulu sampai hilir sehingga mampu mendukung pertumbuhan dan pengembangan UMKM di Magelang, serta mendorong adopsi praktik pengemasan yang ramah lingkungan dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Dari 50 UMKM NU yang berpartisipasi, dua di antaranya mendapatkan pendampingan langsung sebagai tindak lanjut. Pendampingan ini mencakup pemantauan langsung terhadap kegiatan produksi, dengan tujuan menentukan strategi pengemasan yang optimal.

Penulis : Muhammad Lutfi N.S.

Sumber foto : Dokumentasi MES Magelang

Related Posts
Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *