Menyikapi Rendahnya Literasi Keuangan Syariah, AFSI Gelar Workshop Fintech Syariah

Menyikapi Rendahnya Literasi Keuangan Syariah, AFSI Gelar Workshop Fintech Syariah

Melihat iklim literasi keuangan syariah yang masih rendah, Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) melaksanakan Workshop Fintech Syariah batch 5 pada 26-29 Februari. Workshop ini merupakan bentuk komitmen AFSI mendukung program peningkatan literasi keuangan, khususnya sektor keuangan syariah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Program yang digelar secara online ini dirancang untuk membekali akademisi dan mahasiswa dengan pengetahuan yang mendalam tentang fintech syariah, menciptakan kolaborasi yang strategis antara industri dan perguruan tinggi, serta meningkatkan kualitas sumber daya insani di bidang keuangan digital syariah.

Kegiatan yang merupakan bagian dari program AFSI Academic Partner (AAP) tersebut diinisiasi sejak tahun 2022. Workshop Fintech Syariah telah menyelenggarakan sebanyak 5 batch workshop di bidang fintech syariah dengan menghadirkan langsung para profesional dan ahli di industri fintech syariah sebagai pemateri workshop. Hingga saat ini, terdapat 732 peserta dari kalangan mahasiswa dan masyarakat umum serta 151 peserta dari kalangan dosen dan profesional yang telah mengikuti workshop fintech syariah dan program AFSI Academic Partner. 

Berita terkait  Tekankan Literasi dan Transparansi Keuangan, MES Kalsel Berikan Pemahaman Pengelolaan Keuangan bagi Pengurus Masjid

Workshop Fintech Syariah ini juga menggalang dukungan 42 perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia untuk turut serta mewujudkan visi literasi keuangan syariah yang lebih baik.

Ketua Umum AFSI, Ronald Yusuf Wijaya, menyatakan bahwa program tersebut dibangun atas sinergi yang kuat antara AFSI, kalangan akademisi, institusi perguruan tinggi, serta dukungan dari para anggota AFSI dan berbagai pihak, termasuk regulator Bank Indonesia (BI) dan OJK.

“Selain itu, kami juga bersinergi dengan para stakeholder seperti Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), Asosiasi Prodi Ekonomi Islam Indonesia (APSEII), Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam (FoSSEI),” lanjutnya.

CEO ETHIS Indonesia tersebut berharap, sinergi dengan berbagai pihak dapat terus terjalin hingga Indonesia dapat menjadi pusat pertumbuhan fintech syariah di kancah global.

“AFSI juga berharap bisa memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan literasi keuangan syariah di Indonesia,” pungkasnya.

Berita terkait  Bank Indonesia Solo dan MES Selenggarakan Pelatihan Pendamping Proses Produksi Halal

Pada saat yang sama, Direktur Program dan Kemitraan AFSI, Handika Surbakti, menegaskan bahwa Workshop Fintech Syariah telah membantu peran strategis institusi perguruan tinggi dalam memajukan literasi keuangan syariah di tanah air. 

“Kami berkomitmen untuk terus melibatkan kalangan akademisi dan perguruan tinggi dalam upaya mencapai target inklusi fintech syariah yang berkelanjutan,” tuturnya.

Selain Workshop Fintech Syariah, AFSI Academic Partner juga memiliki program utama lainnya, termasuk penyaluran mahasiswa magang, pengadaan seminar atau webinar dan kuliah umum praktisi, riset bidang fintech syariah, serta program terbaru berupa kuliah dan sertifikasi fintech syariah. Melalui program ini, AFSI tetap konsisten dalam mengambil peran aktif dalam membentuk talenta digital yang mumpuni dan membawa literasi keuangan syariah Indonesia menuju yang lebih merata dan berkelanjutan.

Penulis: Muhammad Lutfi N.S. | Editor: Herry Aslam Wahid

Sumber foto: Dokumentasi AFSI

Related Posts
Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *