Digitalisasi Wakaf

Depok – Memasuki revolusi industri 4.0 dimana sistem digitalisasi, otomatisasi, dunia internet dan kecanggihan teknologi mulai merambah luas dan dengan mudah menyentuh kehidupan masyarakat, membuat segala hal dituntut untuk berubah dan sudah menjalar ke berbagai sektor termasuk salah satunya sektor perwakafan.

Anggota divisi hukum Badan Wakaf Indonesia (BWI), Iwan Agustiawan Fuad mengatakan dengan adanya teknologi saat ini, sektor perwakafan juga terbantu. “Semakin kita dekat kepada instrumen teknologi maka semakin mudah kita dalam berwakaf maka itu menjadi prioritas kita, makanya kita juga mendorong dengan digitalisasi wakaf,” ucapnya di Universitas Indonesia, Depok, Jumat (3/5) dikutip dari laman sharianews.

Fuad menambahkan, digitalisasi wakaf oleh BWI yaitu mendorong beberapa pemain fintek di Indonesia. “Sekarang kita mendorong beberapa fintek yang ada seperti kitawakaf, ammana, wakaf inc, itu semua bentukan dari masyarakat tapi kita mendorong semuanya supaya mereka ikut mengoptimalkan penghitungan dan sosialisai wakaf di masyarakat,” imbuh Iwan.

Teknologi tersebut, lebih lanjut dikatakan Iwan, masing-masing platform berbeda penyampaian namun semuanya punya tujuan yang sama yaitu berwakaf menjadi lebih mudah dilakukan kapan saja dan di mana saja.

Jadi kesemuanya menurut Iwan mempunyai karakter yang berbeda, komunitas berbeda, segmentasi beda, dan tekniknya pun berbeda-beda, namun mereka pun mempunyai kesamaan yaitu di aplikasinya bisa lebih kenal dengan nazir, kenal produk wakaf, dan mereka juga bisa berwakaf kapanpun dan dimanapun dengan lebih murah dan mudah.

Sumber : sharianews.com

About the author: ekonomis

Leave a Reply

Your email address will not be published.Email address is required.