Saatnya Generasi Milenial Melek Wakaf

Saatnya Generasi Muda Melek Berwakaf

Generasi kita, Milenial, diperkirakan akan mencapai 50% lebih dari total penduduk Indonesia di tahun 2020. Generasi kita ini adalah adalah generasi yang mempunyai potensi besar sebagai penggerak ekonomi di Indonesia. Selain itu, Kita pun harus mempersiapkan diri dari sekarang untuk menjadi orang yang dapat memberikan yang terbaik bagi agama, keluarga dan bangsa. Bagaimana caranya?

Kita bisa mulai dari diri sendiri misalnya dengan merubah gaya hidup lebih produktif, memiliki kegiatan positif dan bermanfaat bagi sesama, melalui harta, ilmu, dan atau tenaga.

Nah, menjadi generasi yang produktif dan bermanfaat salah satunya bisa dilakukan dengan berwakaf. Apakah itu wakaf? Wakaf adalah bentuk kebajikan dalam Islam dimana pahalanya terus mengalir abadi bagi yang memberikan dan bermanfaat selamanya bagi masyarakat. Mengapa Abadi ?.. karena harta/dana Wakaf tidak berkurang.

Dari harta/dana wakaf itu bisa dibangun berbagai aset wakaf yang bermanfaat bagi umat, termasuk bagi para generasi-generasi kita dan generasi selanjutnya. Aset wakaf yang dibangun dari dana wakaf dapat digunakan untuk berbagai aktivitas agar menjadi lebih produktif, seperti wakaf pembangunan masjid, pembangunan sekolah, dan memajukan bidang kesehatan.

Jika melihat besarnya potensi perolehan wakaf dari generasi kita, nilainya bisa mencapai Rp 1.35 triliun per tahun. Jika kita mau aktif untuk berwakaf, tentu potensi ini sangat besar untuk bisa membantu menurunkan angka kemiskinan di Indonesia. Dengan ini kita bisa menegaskan bahwa generasi milenial adalah generasi yang juga peduli terhadap sesama

Teman-teman, saat ini banyak caranya jika kita ingin berwakaf termasuk bisa juga dilakukan melalui Asuransi Jiwa loh… sudah ada fatwa Fatwa MUI yang mengatur mengenai Wakaf polis. Jadi, kita bisa berwakaf sekaligus melindungi diri dan keluarga kita.

Closing Statement

Mari menjadi generasi yang cerdas, merubah gaya hidup menjadi lebih produktif dan bermanfaat untuk masa depan yang lebih baik dan menjadi pencetak sejarah baru perwakafan di Indonesia.

About the author: ekonomis

Leave a Reply

Your email address will not be published.Email address is required.